Empat Puluh Kisah Penuh Hikmah

Featured

Subhanallah, Walhamdulillah, Walailahaillallahu, Allahu Akbar.

Atas izin-Nya, akhirnya selesai juga project Ramadhan 1436 H. ini merupakan kumpulan tulisan selama bulan Ramadhan 1436 H yang saya rangkum dalam 1 file berekstensi PDF. Semoga bisa bermanfaat, khususnya untuk saya dan umumnya untuk para pembaca sekalian. Aamiin.

File bisa di download Disini ( 40 Kisah Penuh Hikmah )

jika bermasalah/tidak bisa di download, bisa di download di dropbox dengan Link berikut

https://www.dropbox.com/s/gokvy817nqxqpu0/40%20Kisah%20Penuh%20Hikmah.pdf?dl=0

Kisah Nasi Kuning Gagal

Hari ini, sesuai rencana aku mencoba memasak nasi kuning. Dan karena bumbu instant nasi kuning tidak ada, maka aku memasak menggunakan bumbu opor ayam, haha (ngawur). Bumbu opor ayam di gabung aja ama beras dan air, terus masukin rice cooker.

Dan ternyata apa hasilnya? gak nyampe 30 menit rice cooker nya Jeblug, dan semacam kayak bunyi dentuman. Panik banget aku, akhirnya aku langsung lepasin dari colokan listriknya. Alhamdulillah tidak apa-apa.

Nasi nya jadi, tapi tidak sempurna. Rasanya yah seperti Nasi rasa opor ayam, tapi gak ada opornya, hahaha…

Lalu, aku introspeksi diri. Kemarin masak nasi gapapa, sekarang masak nasi kok rice cooker nya jeblug. Aku pun mengingat lagi, ternyata aku belum baca basmalah saat menyalakan rice cookernya. sedangkan kemarin aku membaca basmalah.

Mari senantiasa membaca basmalah sebelum melakukan sesuatu, insya Allah diberkahi Allah SWT. [Selamat makan Nasi rasa opor ayam]

IMG_8192.JPG

nasi kuning gagal

 

Kisah Sebuah Koper

Jumat pagi itu, aku mencoba berjalan di daerah sekitar Buwon, kota Gimhae, Korea Selatan. Aku menjelajahi daerah itu karena ingin jalan-jalan  aja sebenernya (kebetulan hari libur juga tgl 1 januari 2016).

Saya pun sekalian mencari masjid untuk menunaikan ibadah solat jumat. (Di komplek sebelah tempat tinggalku juga ada masjid terdekat, sekitar 200m dari tempat tinggalku). Alhamdulillah ketemu masjidnya.

Singkatnya, seusai solat jumat, saya melihat-lihat lingkungan sekitar masjid. Kebetulan Disana adalah tempat berjualan barang-barang Second Hand (baca : barang bekas) yang masiiih baguus-baguss. Tapi ada 1 pelataran kaki lima yang barang bekasnya jelek-jelek. Kotor-kotor, kumuh-kumuh. Dan gak ada orang yang nungguin, jadi kayak bukan barang Dagangan…

Aku teringat cerita temanku yang sudah lebih dulu di Korea. Salah satu kebiasaan orang Korea adalah ketika barang sudah tidak dipakai lagi, mereka akan membuangnya. Dan setiap orang boleh mengambilnya.

Akhirnya aku berijtihad (ceileh berijtihad), ini barang bekas gak jelas banget, udah kotor, lusuh. Pasti barang buangan yang sudah tidak terpakai. Maka aku pun mengambil koper yang ada disana, kebetulan aku pun sedang butuh koper. Seolah tanpa dosa, aku ambil dan seret koper itu dan kubawa pulang. Hahahaha.

Keesokan harinya. Entah mengapa hatiku Gelisah dan mulai ngidam makan Nasi Kuning (Padahal bini gueh yang lagi hamil kagak ngidam, ini malah gueh yang ngidam). Aku pun memutuskan untuk solat Dzuhur di masjid Al Barokah tempat solat jumat kemarin.

Alhamdulillah bumbu Nasi kuning tidak didapat, tapi alhamdulillah bumbu opor ayam telah didapat. (jadi setidaknya, insya Allah besok mau masak nasi yang dicampur bumbu opor ayam, semoga beneran jadi nasi kuning, aamiin)

Terus sehabis solat Dzuhur, gueh ngeliat lagi barang-barang rongsokan itu. Loh kok sekarang ada yang jualnya. Gueh kaget dan akhirnya gueh datangin si Bapak nya dan membayar biaya koper yang sudah gueh angkut tanpa ngerasa bersalah.

Allah memberi petunjuk untuk membayar koper yang telah gueh ambil dengan cara memberikan keinginan untuk makan Nasi kuning. Karena pengen nasi kuning, maka gueh cari bumbu nasi kuning. Karena bumbu nasi kuning ada di masjid, maka gueh ke masjid. Karena tukang jualan koper ternyata ada disebelah masjid. Jadi gueh inget kemarin udah ambil koper dan belum gueh bayar. Alhamdulillah masih diberi umur untuk bayar koper.

Pembelajaran yang didapat adalah Kita harus senantiasa beristighfar memohon ampun kepada Allah atas apa-apa yang “Mungkin” tidak halal kita miliki. mungkin kita Tidak sengaja mengambil sesuatu yang bukan milik kita dikarenakan ketidak tahuan kita. Tapi jika kita beristighfar dengan tulus, insya Allah akan ada petunjuk untuk kita agar bisa mendapat ampunan-Nya dan mendapatkan kehalalan sesuatu dengan cara yang tidak diduga-duga.

Astaghfirullah Astaghfirullah Astaghfirullah

Dingin yang tak dirindukan

Malam yang begitu dingin, Tak merubah gula menjadi asin.

Temperatur negatif yang begitu menggigit. membuat lidah ini ingin merasakan nikmatnya lapis legit.

mau apa sebenernya anak adam ini?

Dikasih dingin, malah ingin menyalakan lilin.

Dikasih panas minta ruangan ber-AC yang luas.

Dingin sekali-kali memang sangat dinantikan, tapi terkadang kehadirannya tak dirindukan.

Layaknya angin malam yang memecah heningnya renungan.

Renungan untuk menghitung betapa banyaknya nikmat Tuhan yang terlupakan.

Begitulah makhluk yang namanya manusia.

Yang senantiasa sombong atas perkara yang dikira hasil usahanya.

Padahal dirinya tak lebih dari makhluk-Nya yang berasal dari air mani yang hina.

yang hanya karena Ridho Tuhan, bisa terhindar dari Neraka Jahannam.

 

Selimut dan buah

Ketika sedang bekerja, tiba2 bapak menelpon dan menanyakan aku sedang dimana. Aku menjawab kalau aku sedang di kantor. Lalu beliau berkata kalau dia lagi ada tugas dinas di kantor provinsi di bandung, dan mau mampir ke kantorku.

Orang tua ku pun datang ke kantor tempatku bekerja untuk menemuiku. Ngobrol2 pun tak lama karena gak enak kalau kelamaan ninggalin kerjaan (padahal dalam hati sih santai2 aja, haha). Sebelum pulang, bagasi mobil dibuka dan orang tuaku mengirimkan banyak makanan dan selimut. Alhamdulillah. Tau aja aku gak bawa selimut. (padahal udah lama niat mau beli selimut, gak beli2, Dasar Magakong. *Manusia gak kongkrit*).

Pembelajaran yang bisa diambil adalah rizki datang dari arah yang tidak diduga-duga. Asalkan kita yakin bahwa Allah lah yang mencukupi rizki makhluk-Nya. Tapi jangan seperti kelompok Jabbariyyah yang menganggap usaha manusia adalah sia-sia, nanti berefek kepada hidup yang malas-malasan.

Mari menjemput rizki Allah.🙂