Cerita tentang rumah dan tetangga

Saya dan keluarga telah menghabiskan waktu selama 6 tahun di Desa CInangsi, kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Salah satu doa yang diucapkan istri saya adalah memiliki tetangga yang baik. Alhamdulillah atas izin-Nya, kami dikaruniai tetangga yang baik.

Penampakan rumah kontrakan di Cinangsi selama 6 tahun

Sejak pertama kali kami datang tahun 2016 bulan maret, kami sering meminta bantuan mereka dan mereka sering membantu kami. Ketika lahiran pertama kali, mereka membantu kami menyiapkan proses aqiqah. Dan ketika kami ingin membagikan zakat, kami pun dibantu oleh mereka. Mereka memiliki sebuah warung yang buka selama 24 jam disitu, dan seringkali kami merasa mereka menjadi satpam tanpa dibayar, karena sering kami lupa memasukkan motor kedalam rumah.

Alhamdulillah atas izin Allah, kami mendapat rezeki berupa Rumah. Kami dimampukan oleh ALLAH SWT untuk membeli sebuah rumah yang berlokasi lumayan jauh dari rumah awal. Kami pun kembali meminta bantuan kepada mereka untuk membantu kami memindahkan barang-barang besar. Alhamdulillah, mereka pun bersedia membantu kami. Selain itu, mereka memasak untuk makan-makan dirumah baru kami. Dan mereka pun rela berhenti dagang di siang hari untuk membantu kami pindahan.

Semoga silaturahim kami selalu terjalin dengan baik, aamiin.

angkut-angkut barang
“Pah, aku mau ikut naik” Bocil said
Makan-makan dirumah baru

Alhamdulillah, pada tanggal 30 Januari 2022, Allah berkehendak kami berpindah ke rumah baru. Semoga kebaikan dan keberkahan selalu mengiringi hidup kami, dan kami senantiasa dikelilingi oleh orang-orang baik, aamiin.

Penampakan rumah baru

Minat baca orang subang menyedihkan

Sudah 6 tahun Allah mengirimkan aku ke sebuah daerah yang bernama Subang. Sebuah kabupaten yang memiliki Gunung dan Pantai. Sebuah kabupaten yang berbatasan langsung dengan bandung, dan memiliki dua pintu Tol Cipali.

Sejak pertama kali menginjakkan kaki pada tahun 2015, aku menyempatkan diri mengunjungi sebuah Toko Buku yang disebut Toko Buku Super. Toko buku tersebut berlokasi di tengah kota, dan itu adalah satu-satu nya toko buku yang ada di Kabupaten Subang.

Sekarang Toko buku tersebut sudah tidak menjual buku, dan mengganti nya dengan Toko ATK. (Pulpen, Buku Tulis, dll). Bahkan, perpustakaan kota pun tidak ada.

Namun, saya bersyukur karena di Masjid Besar, terdapat Kolecer (Kotal Literasi Cerdas) yang bisa dinikmati oleh Warga Subang. Semoga minat baca warga subang bisa naik, aamiin.

Kumaha engke vs Engke kumaha

Seringkali kita mendengar celotehan netizen atau masyarakat terkait pertanyaan tertentu, aapun itu pertanyaannya, dan tidak sedikit yg menjawab “kumaha engke”, kalau dalam bahasa indonesia artinya gimana nanti.

Sedangkan sering ada pertanyaan terkait akibat dari suatu hal atau keputusan, dan atau mempertanyakan masa depan. pertanyaannya biasanya “Engke Kumaha? “.

Manakah mindset yg tepat dan sebaiknya digunakan? Jawabannya tergantung situasi.

Misalnya ada seorang pelajar yg sudah belajar dengan maksimal, seorang karyawan yg sudah bekerja dengan sepenuh jiwa dan raga, seorang suami yg sudah mencari nafkah siang dan malam, dan mereka ingin mencari tahu hasilnya, maka mindset “kumaha engke” adalah mindset yg tepat karena kepasrahan terhadap Yang Maha Kuasa akan takdir-Nya.

Namun jika ada orang yang malas-malasan, tidak pernah berusaha, dan selalu mengjambur hamburkan waktu, mindset “Engke kumaha” sebaiknya dipakai, agar menjadi pemicu kepada manusia agar selalu berusaha semaksimal mungkin. Atau ketika seseorang sedang merencanakan sesuatu, maka mindset “Engke kumaha” harus diterapkan sebagai ikhtiar yang maksimal.

Kalian kelompok mana? “Kumaha engke” atau “Engke kumaha? “

Penting atau Urgent, mana kah yang didahulukan?

Dalam kehidupan sehari-hari, baik itu di dunia kerja, akademik, bisnis, sosial, rumah tangga, dll, kerap kali dibenturkan oleh hal-hal yang sifatnya “Urgent”. Hal urgent ini seolah-olah dianggap menjadi hal yang penting dan harus diprioritaskan. Apakah salah? Tentu tidak salah, namun juga tidak selalu benar.

Apa yang membedakan “Urgent” dan “Penting“? Urgent adalah aktivitas yang sangat butuh diselesaikan secepatnya, sifatnya bisa penting atau tidak penting. Sedangkan penting adalah aktivitas yang baik dan memberi banyak manfaat, walaupun tidak urgent.

Beberapa aktivitas urgent diantaranya, menolong korban kecelakaan. Sedangkan aktivitas penting adalah penggunaan perangkat pengaman berkendara, pengecekan secara rutin kondisi kendaraan, serta berkendara dengan aman.

Contoh lain aktivitas urgent adalah mengobati diri karena sakit. Sedangkan aktivitas yang penting adalah makan dan tidur teratur, olahraga yang rutin, dan pikiran yang tenang. Bagi mahasiswa, hal urgent adalah Ujian, sedangkan hal penting adalah rutinitas belajar setiap hari.

Lantas, manakah yang lebih penting?

Stephen Covey dalam buku nya yang berjudul 7 habits of highly effective people menyebutkan habit ketiga dengan judul “Put first thing first”. Artinya kita harus memprioritaskan hal-hal yang pertama untuk dikerjakan. Definisi hal-hal pertama adalah hal-hal “Penting” bukan urgent.

Hal-hal penting menyangkut kebiasaan baik yang jika terus menerus dilakukan, maka akan memiliki dampak yang besar untuk kita. Dan membiasakan diri mengerjakan hal-hal penting akan mengurangi hal-hal urgent datang kepada kita. Membiasakan diri belajar maka ketika ujian kita akan santuy saja. Membiasakan menabung, maka ketika datang kebutuhan besar, kita juga santuy. Membiasakan diri mengaji, maka hati kita akan terbiasa diisi dengan kalam ilahi.

Sedangkan jika kita tidak mempersiapkan hal-hal penting, maka akan ada hal-hal urgent yang menyita banyak waktu dan perhatian. Dan hal ini mengurangi kualitas hidup kita, karena hidup kita diatur keadaan, bukan kita yang mengatur keadaan.

Mari menentukan hal-hal penting dalam hidup kita. Lebih baik memgurgentkan hal-hal penting, daripada mementingkan hal-hal urgent

Planner

Hidup adalah rangkaian peristiwa, baik itu peristiwa masa lalu, masa kini, ataupun masa yang akan datang. Manusia memiliki keterbatasan untuk mengingat setiap momen yang pernah terjadi, dan mungkin akan mudah lupa akan rencana yang sudah dicanangkan. Untuk mempermudah manusia dalam bernostalgia dengan massa lalu dan atau melihat sketsa masa depan, acapkali dibutuhkannya suatu alat bantu

Alat bantu bisa berbentuk audio, visual, atau bahkan audio visual. Setiap manusia memiliki kecenderungan metode yang disukai untuk mengingat masa lalu dan melihat sketsa masa depan. Alat bantu yang cukup komunikatif dan menarik diantaranya adalah Buku planner yang sudah difasilitasi beberapa visual yang menarik agar mudah diisi

SUdah 3 tahun terakhir saya menggunakan Planner untuk agenda tahunan, dan alhamdulillah hasilnya cukup baik untuk mengevaluasi diri kita apakah ada kemajuan atau tidak selama setahun.

Mari kita berikhtiar dengan baik dalam merencanakan masa depan, dan serahkan hasil kepada ALLAH SWT semata.

Atas kiri: Planner 2019. Atas kanan: Planner 2020. Bawah: Planner 2021