Capek Adalah Berkah

Manusia terkadang lupa untuk bersyukur. Mengeluh ketika capek. menggerutu ketika banyak kerjaan.

Bekerja bukanlah soal mencari uang. Karena rizky sudah dijamin oleh Allah.

Bekerja adalah salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah. Rasa syukur masih memiliki raga yang sehat. Rasa syukur masih memiliki pekerjaan untuk mengisi hari-hari dengan aktivitas yang positif. Rasa syukur masih bisa bertemu dengan orang lain. Dan rasa syukur masih bisa bermanfaat untuk orang Lain.

Dan Capek akibat bekerja sesungguhnya adalah suatu keberkahan. Karena ada Dosa yang tidak hilang kecuali dengan lelah nya bekerja.

Semoga Allah memberi keberkahan ke dalam hidup kita. Aamiin

Advertisements

Ukuran Sepatu

Sepatu sebagai alas kaki memiliki ukuran yang berbeda-beda. Ada yang memiliki ukuran besar, sedang, kecil. Ada yang size nya 38, 39, 40, 41, 42, dan lain-lain.

Mari sejenak berfikir tentang fenomena sepatu. Hidup pun memiliki banyak permasalahan, dan tiap permasalahan memiliki bobot dan ukurannya masing-masing. Terkadang kita mencocokkan ukuran sepatu kita dengan ukuran orang lain yang belum tentu sama.

Begitupun dengan hidup, kita memiliki permasalahan masing-masing, tidak bisa mencocokkan antara kehidupan orang yang satu dengan yang lainnya.

Kita pun tidak boleh saling iri dan dengki terhadap kelebihan yang didapatkan orang lain, dan tidak boleh minder dengan kekurangan yang dimiliki. Karena ukuran sepatu tiap manusia berbeda, dan ukuran permasalahan hidup tiap orang pun berbeda.

Fenomena Si Marwan

Industri padat karya (yang banyak membutuhkan tenaga manusia dalam mengerjakan proses produksinya), pada umumnya banyak memberi kemaslahatan bagi masyarakat sekitar, karena banyak sekali tenaga lokal yang terekrut untuk bekerja.

Industri-industri padat karya umum nya (tidak semua) merupakan investasi asing yang memiliki pangsa pasar di luar negri,sehingga tidak heran mereka ingin memiliki lokasi yang dekat dengan pelabuhan.

Hal ini berdampak kepada menjamurnya industri padat karya di area Tangerang, Cikarang, Karawang, hingga Subang. Karena memiliki lokasi yang relatif dekat dengan pelabuhan, apalagi ditunjang dengan adanya fasilitas Jalan Tol yang memudahkan truk-truk besar membawa muatan dengan lebih cepat.

Seiring berjalannya waktu, Pemerintah Daerah tingkat kabupaten/kota memiliki kebijakan UMR sebagai standar minimum gaji yang harus diterima karyawan. Hal yang unik dari fenomena industri padat karya adalah fenomena siMarwan.

Marwan merupakan singkatna dari Makelar Karyawan yang tidak lain hanyalah warga setempat yang merupakan calo-calo pengangguran yang meminta uang kepada warga yang ingin menjadi buruh di industri tersebut.

Marwan banyak yang berkedok Karang Taruna, Organisasi Kepemudaan, atau apapun lah itu namanya. Fenomena si Marwan ini sebenernya sangat merugikan para calon buruh yang ingin menjadi pekerja di industri tersebut.

Terkadang, MArwan mematok harga sekitar 2-5 juta kepada calon buruh jika ingin menjadi karyawan industri tersebut. Tak tanggung-tanggung, pihak HR yang bertugas di bagian rekrutmen pun acapkali menerima ancaman jika mengambil karyawan tanpa sepengetahuan Marwan.

kisah Marwan merupakan rahasia umum yang sudah diketahui oleh hampir semua orang yang terlibat di industri padat karya, dan entah sampai kapan ini akan terjadi. Namun, fenoeman ini sebenernya mengindikasikan bahwa Level Korupsi, tingkat suap menyuap, ataupun arogansi warga asli masih merjalela. Apakah pihak aparat tidak tahu? Ooh, tentu saja tahu. Tapi terkadang kita semua pura-pura tidak tahu.

Aku, Kamu, dan Kita

Helooo wordpress, apa kabar?

masih segar kan? atau sudah berdebu? sudah lama juga aku tak menulis di blog ini. Semoga walaupun tidak update tulisannya, masih bisa memberi manfaat untuk yang membaca nya, aamiin.

Alhamdulillah, atas izin Allah, saya sudah menjalani rumah tangga selama 2 tahun. Manis dan getir nya hiup lebih terasa. Alhamdulillah Allah masih mengaruniakan keluarga yang insya Allah sakinnah mawaddah warohmah.. Semoga Allah senantiasa memberkahi kehidupan kita semua. Aamiin

20160807_170916

Kisah Nasi Kuning Gagal

Hari ini, sesuai rencana aku mencoba memasak nasi kuning. Dan karena bumbu instant nasi kuning tidak ada, maka aku memasak menggunakan bumbu opor ayam, haha (ngawur). Bumbu opor ayam di gabung aja ama beras dan air, terus masukin rice cooker.

Dan ternyata apa hasilnya? gak nyampe 30 menit rice cooker nya Jeblug, dan semacam kayak bunyi dentuman. Panik banget aku, akhirnya aku langsung lepasin dari colokan listriknya. Alhamdulillah tidak apa-apa.

Nasi nya jadi, tapi tidak sempurna. Rasanya yah seperti Nasi rasa opor ayam, tapi gak ada opornya, hahaha…

Lalu, aku introspeksi diri. Kemarin masak nasi gapapa, sekarang masak nasi kok rice cooker nya jeblug. Aku pun mengingat lagi, ternyata aku belum baca basmalah saat menyalakan rice cookernya. sedangkan kemarin aku membaca basmalah.

Mari senantiasa membaca basmalah sebelum melakukan sesuatu, insya Allah diberkahi Allah SWT. [Selamat makan Nasi rasa opor ayam]

IMG_8192.JPG

nasi kuning gagal