Ukuran Sepatu

Sepatu sebagai alas kaki memiliki ukuran yang berbeda-beda. Ada yang memiliki ukuran besar, sedang, kecil. Ada yang size nya 38, 39, 40, 41, 42, dan lain-lain.

Mari sejenak berfikir tentang fenomena sepatu. Hidup pun memiliki banyak permasalahan, dan tiap permasalahan memiliki bobot dan ukurannya masing-masing. Terkadang kita mencocokkan ukuran sepatu kita dengan ukuran orang lain yang belum tentu sama.

Begitupun dengan hidup, kita memiliki permasalahan masing-masing, tidak bisa mencocokkan antara kehidupan orang yang satu dengan yang lainnya.

Kita pun tidak boleh saling iri dan dengki terhadap kelebihan yang didapatkan orang lain, dan tidak boleh minder dengan kekurangan yang dimiliki. Karena ukuran sepatu tiap manusia berbeda, dan ukuran permasalahan hidup tiap orang pun berbeda.

Advertisements

Fenomena Si Marwan

Industri padat karya (yang banyak membutuhkan tenaga manusia dalam mengerjakan proses produksinya), pada umumnya banyak memberi kemaslahatan bagi masyarakat sekitar, karena banyak sekali tenaga lokal yang terekrut untuk bekerja.

Industri-industri padat karya umum nya (tidak semua) merupakan investasi asing yang memiliki pangsa pasar di luar negri,sehingga tidak heran mereka ingin memiliki lokasi yang dekat dengan pelabuhan.

Hal ini berdampak kepada menjamurnya industri padat karya di area Tangerang, Cikarang, Karawang, hingga Subang. Karena memiliki lokasi yang relatif dekat dengan pelabuhan, apalagi ditunjang dengan adanya fasilitas Jalan Tol yang memudahkan truk-truk besar membawa muatan dengan lebih cepat.

Seiring berjalannya waktu, Pemerintah Daerah tingkat kabupaten/kota memiliki kebijakan UMR sebagai standar minimum gaji yang harus diterima karyawan. Hal yang unik dari fenomena industri padat karya adalah fenomena siMarwan.

Marwan merupakan singkatna dari Makelar Karyawan yang tidak lain hanyalah warga setempat yang merupakan calo-calo pengangguran yang meminta uang kepada warga yang ingin menjadi buruh di industri tersebut.

Marwan banyak yang berkedok Karang Taruna, Organisasi Kepemudaan, atau apapun lah itu namanya. Fenomena si Marwan ini sebenernya sangat merugikan para calon buruh yang ingin menjadi pekerja di industri tersebut.

Terkadang, MArwan mematok harga sekitar 2-5 juta kepada calon buruh jika ingin menjadi karyawan industri tersebut. Tak tanggung-tanggung, pihak HR yang bertugas di bagian rekrutmen pun acapkali menerima ancaman jika mengambil karyawan tanpa sepengetahuan Marwan.

kisah Marwan merupakan rahasia umum yang sudah diketahui oleh hampir semua orang yang terlibat di industri padat karya, dan entah sampai kapan ini akan terjadi. Namun, fenoeman ini sebenernya mengindikasikan bahwa Level Korupsi, tingkat suap menyuap, ataupun arogansi warga asli masih merjalela. Apakah pihak aparat tidak tahu? Ooh, tentu saja tahu. Tapi terkadang kita semua pura-pura tidak tahu.

Aku, Kamu, dan Kita

Helooo wordpress, apa kabar?

masih segar kan? atau sudah berdebu? sudah lama juga aku tak menulis di blog ini. Semoga walaupun tidak update tulisannya, masih bisa memberi manfaat untuk yang membaca nya, aamiin.

Alhamdulillah, atas izin Allah, saya sudah menjalani rumah tangga selama 2 tahun. Manis dan getir nya hiup lebih terasa. Alhamdulillah Allah masih mengaruniakan keluarga yang insya Allah sakinnah mawaddah warohmah.. Semoga Allah senantiasa memberkahi kehidupan kita semua. Aamiin

20160807_170916

Kisah Nasi Kuning Gagal

Hari ini, sesuai rencana aku mencoba memasak nasi kuning. Dan karena bumbu instant nasi kuning tidak ada, maka aku memasak menggunakan bumbu opor ayam, haha (ngawur). Bumbu opor ayam di gabung aja ama beras dan air, terus masukin rice cooker.

Dan ternyata apa hasilnya? gak nyampe 30 menit rice cooker nya Jeblug, dan semacam kayak bunyi dentuman. Panik banget aku, akhirnya aku langsung lepasin dari colokan listriknya. Alhamdulillah tidak apa-apa.

Nasi nya jadi, tapi tidak sempurna. Rasanya yah seperti Nasi rasa opor ayam, tapi gak ada opornya, hahaha…

Lalu, aku introspeksi diri. Kemarin masak nasi gapapa, sekarang masak nasi kok rice cooker nya jeblug. Aku pun mengingat lagi, ternyata aku belum baca basmalah saat menyalakan rice cookernya. sedangkan kemarin aku membaca basmalah.

Mari senantiasa membaca basmalah sebelum melakukan sesuatu, insya Allah diberkahi Allah SWT. [Selamat makan Nasi rasa opor ayam]

IMG_8192.JPG

nasi kuning gagal

 

Kisah Sebuah Koper

Jumat pagi itu, aku mencoba berjalan di daerah sekitar Buwon, kota Gimhae, Korea Selatan. Aku menjelajahi daerah itu karena ingin jalan-jalan  aja sebenernya (kebetulan hari libur juga tgl 1 januari 2016).

Saya pun sekalian mencari masjid untuk menunaikan ibadah solat jumat. (Di komplek sebelah tempat tinggalku juga ada masjid terdekat, sekitar 200m dari tempat tinggalku). Alhamdulillah ketemu masjidnya.

Singkatnya, seusai solat jumat, saya melihat-lihat lingkungan sekitar masjid. Kebetulan Disana adalah tempat berjualan barang-barang Second Hand (baca : barang bekas) yang masiiih baguus-baguss. Tapi ada 1 pelataran kaki lima yang barang bekasnya jelek-jelek. Kotor-kotor, kumuh-kumuh. Dan gak ada orang yang nungguin, jadi kayak bukan barang Dagangan…

Aku teringat cerita temanku yang sudah lebih dulu di Korea. Salah satu kebiasaan orang Korea adalah ketika barang sudah tidak dipakai lagi, mereka akan membuangnya. Dan setiap orang boleh mengambilnya.

Akhirnya aku berijtihad (ceileh berijtihad), ini barang bekas gak jelas banget, udah kotor, lusuh. Pasti barang buangan yang sudah tidak terpakai. Maka aku pun mengambil koper yang ada disana, kebetulan aku pun sedang butuh koper. Seolah tanpa dosa, aku ambil dan seret koper itu dan kubawa pulang. Hahahaha.

Keesokan harinya. Entah mengapa hatiku Gelisah dan mulai ngidam makan Nasi Kuning (Padahal bini gueh yang lagi hamil kagak ngidam, ini malah gueh yang ngidam). Aku pun memutuskan untuk solat Dzuhur di masjid Al Barokah tempat solat jumat kemarin.

Alhamdulillah bumbu Nasi kuning tidak didapat, tapi alhamdulillah bumbu opor ayam telah didapat. (jadi setidaknya, insya Allah besok mau masak nasi yang dicampur bumbu opor ayam, semoga beneran jadi nasi kuning, aamiin)

Terus sehabis solat Dzuhur, gueh ngeliat lagi barang-barang rongsokan itu. Loh kok sekarang ada yang jualnya. Gueh kaget dan akhirnya gueh datangin si Bapak nya dan membayar biaya koper yang sudah gueh angkut tanpa ngerasa bersalah.

Allah memberi petunjuk untuk membayar koper yang telah gueh ambil dengan cara memberikan keinginan untuk makan Nasi kuning. Karena pengen nasi kuning, maka gueh cari bumbu nasi kuning. Karena bumbu nasi kuning ada di masjid, maka gueh ke masjid. Karena tukang jualan koper ternyata ada disebelah masjid. Jadi gueh inget kemarin udah ambil koper dan belum gueh bayar. Alhamdulillah masih diberi umur untuk bayar koper.

Pembelajaran yang didapat adalah Kita harus senantiasa beristighfar memohon ampun kepada Allah atas apa-apa yang “Mungkin” tidak halal kita miliki. mungkin kita Tidak sengaja mengambil sesuatu yang bukan milik kita dikarenakan ketidak tahuan kita. Tapi jika kita beristighfar dengan tulus, insya Allah akan ada petunjuk untuk kita agar bisa mendapat ampunan-Nya dan mendapatkan kehalalan sesuatu dengan cara yang tidak diduga-duga.

Astaghfirullah Astaghfirullah Astaghfirullah