Bekerjalah dengan 3 Hal

Zaman ini, waktu manusia sebagian besar dihabiskan dalam bekerja. Mau tidak mau, sistem perekonomian modern mengharuskan hal tersebut. ENtah profesi dia sebagai seorang Pengusaha, Karyawan, Guru, Dosen, Dokter, ataupun itu pasti akan menghabiskan banyak waktu untuk bekerja.

Lantas, bagaimanakah sebaiknya manusia bekerja?

Bekerjalah dengan 3 hal. Dengan Otot, otak, dan hati.

Orang yang bekerja dengan otot akan capek dalam waktu cepat. Begitupun jika bekerja dengan Otak. Namun, lain hal nya jika seseorang bekerja dengan hati. Dia akan bekerja dengan riang Gembira.

Apalagi jika hati nya meniatkan bekerja untuk ibadah kepada ALLAH SWT. maka setiap detik waktu yang dihabiskan akan menghasilkan pahala.

Semoga Allah meluruskan niat kita dalam bekerja. Aamii.

Advertisements

Setiap massa ada tokohnya, dan setiap tokoh ada massa nya

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo adalah 2 fenomena pesepak bola yang sekarang menjadi tokoh yang digandrungi. Massa ini, mereka adalah tokoh nya.

20 tahun yang lalu mungkin masanya Zinedine Zidane dan Ronaldo. 30 Tahun yang lalu mungkin masa nya Diego Maradona. 40 tahun yang lalu mungkin masa nya Johan Cryuff, 50 tahun yang lalu mungkin massa nya Pele.

Begitulah fenomena hidup ini. Setiap Massa ada tokoh nya, dan setiap tokoh ada massa nya. Massa mereka akan habis di telan bumi.

Tapi tidak dengan ke-Tokoh-an para manusia mulia. Rasulullah Muhammad SAW. Beliau adalah tokoh terbaik sepanjang massa. Manusia paling mulia sepanjang massa, ayah terbaik sepanjang massa, suami ter-romantis sepanjang massa. Pemimpin teladan sepanjang massa, dan Tokoh masyarakat ter-Wibawa sepanjang massa.

Mengapa hal ini terjadi? karena Beliau selalu meniatkan segala sesuatu nya karena Allah. Allah yang menjadikan nya kekal abadi dikenang sepanjang massa.

Jika kita selalu meniatkan diri untuk melakukan segala hal karena ALLAH SWT. Maka Allah akan mengabadikan kita. Mengabadikan kita menjadi seorang hamba yang hidupnya penuh berkah, yang mati nya khusnul khotimah, yang menjadikan kita terkenal di seluruh penduduk Langit. Dan akan mendapat Rahmat-Nya di hari akhirat kelak.

Semoga Allah memudahkan kita untuk memperbaiki niat kita agar menjadi Hamba Allah yang senantiasa diberi hidup yang berkah, mati yang khusnul khotimah, dan mendapat Rahmat di akhirat kelak. Aamiin

Nikmat Bertemu Orang Baik

Salah satu kenikmatan di akhir zaman adalah bertemu dengan orang-orang baik.

apakah orang-orang baik itu?

Orang-orang baik adalah orang-orang yang senantiasa mengingatkan kita kepada Allah SWT. atau minimal orang yang tidak menyusahkan kita atau tidak menghalangi kita untuk dekat dengan Allah SWT.

Orang-orang baik itu bisa keluarga kita, teman-teman kita, rekan kerja kita, rekan bisnis kita. Walaupun mereka non muslim, jika mereka tidak menghalangi kita untuk dekat dengan Allah, untuk beribadah kepada Allah. Maka sesungguhnya Allah sedang menguji kita, apakah kita mendoakan orang tersebut untuk mendapat hidayah. Mungkin jalan orang tersebut mendapatkan hidayah adalah dari doa yang kita panjatkan.

Semoga Allah senantiasa mengelilingi kita dengan orang-orang baik. Dan semoga kita selalu ingat untuk mendoakan kebaikan kepada orang-orang baik tersebut. Mendoakan agar hidupnya senantiasa diberkahi Allah. Mendoakan (jika non muslim) agar Allah memberi hidayah kepada mereka sehingga mereka berkenan memeluk Islam.

Walaupun diri ini belum baik, ALhamdulillah Allah selalu menganugerahkan orang-orang baik di kehidupan ini.

Bersyukurlah

Siang ini, tak sengaja tilawahku sampai pada QS Ibrahim ayat 7. yang artinya

“Barang siapa yang bersyukur akan Nikmat-Ku, maka akan kutambah Nikmat-Ku, barang siapa yang Kufur kepada nikmat-Ku, maka ketahuilah Adzab-Ku sungguh pedih”

Mungkin Allah mau mengingatkanku akan nikmat-Nya yang sering kali terlupakan olehku. Nikmat sehat, nikmat memiliki pekerjaan, nikmat memiliki keimanan, nikmat memiliki keluarga, nikmat memiliki teman-teman yang baik.

Seringkali aku mengeluh capek. Mengeluh tidak punya waktu, tidak punya ini dan tidak punya itu. Padahal Nikmat Allah yang ada pada diri kita lebih patut kita syukuri daripada kufur terhadap Nikmat Allah yang tidak ada pada diri kita. Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah. Semoga Allah mengampuni dosaku.

Bukankah Capek dalam Bekerja lebih baik daripada capek mencari Kerja?

Capek Adalah Berkah

Manusia terkadang lupa untuk bersyukur. Mengeluh ketika capek. menggerutu ketika banyak kerjaan.

Bekerja bukanlah soal mencari uang. Karena rizky sudah dijamin oleh Allah.

Bekerja adalah salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah. Rasa syukur masih memiliki raga yang sehat. Rasa syukur masih memiliki pekerjaan untuk mengisi hari-hari dengan aktivitas yang positif. Rasa syukur masih bisa bertemu dengan orang lain. Dan rasa syukur masih bisa bermanfaat untuk orang Lain.

Dan Capek akibat bekerja sesungguhnya adalah suatu keberkahan. Karena ada Dosa yang tidak hilang kecuali dengan lelah nya bekerja.

Semoga Allah memberi keberkahan ke dalam hidup kita. Aamiin