Detik-detik menuju Taiwan

9 september adalah hari dimana aku meninggalkan Indonesia untuk ketiga kalinya untuk melanjutkan pendidikan saya ke jenjang master di Taiwan. Aku awali hariku di hari ini dengan ziarah ke makam nenekku. Lalu dilanjutkan dengan perjalanan menuju cengkareng.

Perjalanan menuju cengkareng pun dimulai pukul 07.10. Sebelum berangkat, aku pun pamit ke salah satu ulama yang menjadi tetangga saya. Ulama tersebut bertanya perihal alasan saya melanjutkan studi S2 ini. Dan jawaban saya adalah untuk menuntut ilmu. Lalu, beliau berkata bahwa tinggal di komunitas kafir tanpa suatu alasan yang jelas hukumnya haram sehingga saya harus memiliki niat yang baik dan benar untuk melanjutkan sekolah saya. Hal teresebut membut saya tersadar bahwa saya harus memiliki niat untuk dakwah dimanapun saya berada.

Perjalanan pun dimulai, Mobil Honda accord yang digunakan untuk mengantarkanku menggapai impian pun mogok ditengah jalan, tepatnya di daerah Lohbener, Indramayu. Mobil kebanggaan pun mengeluarkan uap yang sangat panas, radiatornya bocor dan tidak bisa digunakan lagi.

Kami pun menunggu selama 2 jam dan terus menunggu hingga akhirnya kami mendapatkan mobil rental yang bisa digunakan untuk pergi ke Bandara Sukarno Hatta, Alhamdulillah. Ngeri kalii bah massa gara-gara mobil mogok gw kagak jadi berangkat, dalam otak gw ini yang ada adalah gw nyewa elf untuk bisa kesana.

Perjalanan pun dilanjutkan, kami tiba di cengkareng pukul 15:00 dan alhamdulillah kami tidak mengalami kemacetan yang berarti. Kami pun menunggu di parkiran mobil sambil berdiskusi masalah politik. Sembari berdiskusi masalah politik, saya menunggu dua sahabat saya (Ayip dan Afrizal) yang akan datang menemani kepergian saya ke Taiwan.

Malam itu ternyata malam terakhirku melihat orang tua yang aku sayangi untuk 2 tahun kedepan. Aku pun menangis meronta-ronta seperti seorang bayi ketika aku memeluk ibu dan ayahku. Gontaian kaki pun mulai mengiringi kepergianku ke Taiwan.

Ya Allah, luruskanlah selalu niat hamba dalam menuntut ilmu, bimbinglah hamba-Mu agar selalu berada pada jalan yang lurus. Lindungilah orang-orang yang hamba cintai, sayangilah mereka dan berkahilah hidup mereka.

Taipei, 13 Sept 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s