Semangat berkurban

Seperti pekan pekan sebelumnya, jumat malam tanggal 3 Dzulhijjah 1433 Hijriyah (19 Oktober 2012) pun FORMMIT Utaratu mengadakan KAMAL (Kajian Jumat Malam) yang diisi oleh Pak Agung.

Pak Agung mengambil topic tentang semangat berkurban karena memang bertepatan dengan momentum Idul Adha. Pak Agung sebagai pembicara menjelaskan tentang Pentingnya berkurban, bahkan disebutkan dalam surat Al Kautsar bahwa Rahmat Allah akan terputus kepada seseorang yang mampu berkurban namun dia tidak mau berkurban.

Lalu, parameter apakah yang menjadikan seseorang dikatakan mampu berkurban? Adakah parameter kuantitatif yang menjelaskan hal tersebut? Pertanyaan itulah yang menjadi topic bahasan diskusi di KAMAL, namun tidak ada yang bisa menjawab secara kuantitatif, hanya jawaban yang bersifat kualitatif.

Jawaban kualitatif dari pertanyaan itu adalah derajat manusia. Derajat manusia berdasarkan jenis perngorbanannya dibagi menjadi empat. Yang pertama adalah manusia yang mengorbankan orang lain, yang kedua adalah manusia yang tidak peduli dengan sekitarnya, yang ketiga adalah manusia yang hanya mengerjakan amal sebatas proses pengguguran kewajiban, dan yang terakhir adalah manusia yang rela berkorban untuk sesama.

Proses berkurban adalah salah satu proses untuk Manusia agar manusia siap berkurban untuk sesama, tidak hanya di bulan Dzulhijjah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s