Pengurangan Frekuensi untuk Kualitas Suara MP3

Hari ini saya membaca paper yang berhubungan tentang Getaran dan Akustik, sebenarnya bukan karena rajin gw membaca paper, namun karena berhubungan dengan Tesis Master saya, jadi saya terpaksa mencoba menyukai Paper-paper tersebut, heheheh.

Ada salah satu paper yang menarik yang ingin saya bahas disini, yang judulnya adalah “The first Damped Frequency with Maximum Sound Pressure of a miniature Loudspeaker for cellular phones” yang ditulis oleh Y. C Shiah dkk. Inti dari paper tersebut adalah bagaimana cara meningkatkan kualitas suara dari miniature loudspeaker dengan cara mengurangi 1st damped frequencynya.

Dewasa ini, banyak sekali industry yang berlomba untuk membuat MP3 dengan kualitas suara nomor wahid. Salah satu standarnya adalah kenyamanan telinga manusia dalam mendengarnya. So, sebagai engineer, parameter apakah yang bisa direkayasa agar suaranya enak didengar? Itulah kasus yang dibahas dalam paper ini.

Before starting this note, Let me tell you a few terminologies. Ada istilah “First damped frequency”, “Range frequency”, “Human’s range frequency”, dan “Sound Pressure Level (SPL)”, dan masih banyak lagi. Namun, udah cukup 4 aja yah biar pembaca sekalian gak bingung, hehehe.

Human’s range frequency adalah frequency yang bisa didengar oleh telinga manusia, yaitu 20 – 20000 Hz. Sedangkan Range frequency adalah frequency yg dihasilkan oleh oleh speaker di MP3 pada umumnya (FYI : Sekarang speaker umumnya mengeluarkan suara berkisar antara 600 – 10000 Hz). Sedangkan Sound pressure level adalah sistem keseluruhan, berapa tekanan yang diterima oleh telinga, yang diberikan oleh speaker, dll. Untuk Istilah first damped frequency adalah frequency yang terjadi ketika mencapai peak (Puncak) pertama, yang pasti kalau pembaca pernah TA di Lab dinamika akan mengerti damped frequency, hehehe.

Nah, secara engineering, ketika Range frequency semakin besar, maka suara akan lebih enak didengar, nah berarti kita naikkan atau turunkan saja range frequencynya donk? Yupz tepat sekali. Namun, batas atas frequency yang bisa dikeluarkan adalah 10000 ribu Hz, jadi yang bisa dilakukan adalah memperkecil batas bawahnya menjadi kurang dari 600 Hz.

Gimana caranya? Wah itu perlu pembahasan lebih lanjut untuk menentukan parameter untuk menurunkan batas bawah frekuensinya, dan bisa buat 2 note untuk bahas hal itu, namun minimal para pembaca tahu arah berfikirnya kemana. Insya Allah di note berikutnya saya akan bahas tentang hal tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s