Ketika Air Hujan Dibalas Dengan Air ZamZam

Pagi ini hujan begitu derasnya mengguyur kota Taipei, sang ibu kota negri Formosa. Hujan yang dingin disertai angin yang kencang rasanya membuat tanganku ingin menarik kembali selimut yang terlepas dari tubuh.

Di tengah derasnya hujan, Aku pun berjalan menelusuri kampus NTUST dengan menggenggam sebuah payung untuk memenuhi tuntutan perut. Hari itu hujan tak henti-hentinya membasahi daerah yang aku tinggali saat ini. Pagi pun berganti siang dan aku teringat akan jadwalku mengajar para Buruh Migran Indonesia (BMI) di hari ini.

Niatku sudah matang untuk mengajar para BMI hari ini, namun hujan yang deras membuatku ingin merebahkan badan dan menutupinya dengan selimut sembari perlahan-lahan memejamkan mata. Namun, akhirnya aku putuskan untuk menerobos rintik-rintik hujan demi memenuhi tanggung jawabku sebagai seorang pengajar BMI.

Bismillah, akhirnya aku pun berangkat menuju masjid besar Taipei, tempat lokasi mengajar para BMI. Tubuhku pun basah kuyup berlumuran air hujan, akhirnya aku mengajar dengan kondisi bersimbah air hujan di pakaianku. Di tengah waktu mengajar para BMI, aku diminta oleh salah seorang BMI untuk makan dahulu karena ada salah seorang WNI yang menikah dengan pria lokal. Aku pun menikmati santapan nasi kuning dan hidangan lainnya, Alhamdulillah.

Dan di hari itu, aku pun merasakan salah satu nikmat terbesar dari Allah SWT, yah nikmat yang sungguh luar biasa, aku bisa merasakan nikmatnya Air Zam-zam melewati kerongkonganku, Subhanallah.

Awal mulanya aku terkejut ketika salah seorang murid BMI berkata. “Mas, mau minum air zam-zam? Ada salah satu pengurus masjid baru pulang ibadah haji nanti aku mintakan”.

Subhanallah, sungguh suatu keberuntungan bagiku merasakan nikmatnya air zam-zam membasahi kerongkongan dan esofagusku. Aku pun langsung mengiyakan tawaran dari muridku untuk meminum air zam-zam. Tenryata Allah menguji keteguhan niatku dalam mengajar, Air hujan yang membasahi tubuhku dibayar oleh Allah dengan air zam-zam yang membasahi kerongkonganku.

“Maka Nikmat Tuhan Mana Lagikah Yang Kalian Dustakan?”

2 thoughts on “Ketika Air Hujan Dibalas Dengan Air ZamZam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s