Keteladanan Sang Guru

Hari ini, aku belajar sebuah pelajaran yang tak ternilai harganya, pelajaran tentang menjadi seorang guru. Seorang guru yang bisa jadi teladan bagi siswanya, dan khususnya bagi siswanya yang ingin menjadi pendidik generasi penerus bangsa.

Pagi hari, aku kuliah mata pelajaran Advance Engineering Mathematic. Pak dosen ngajarnya sangat cepat dan gak terlalu jelas. Saya sangat yakin bahwa hampir semua mahasiswanya bingung akan materi yang disampaikan pak dosen. Aku pun agak kesal karena ngajarnya sangat cepat dan si bapaknya ngajar sendiri ngerti sendiri tanpa bertanya kepada mahasiswanya apakah mereka mengerti atau tidak.

Di malam harinya, aku ambil kelas Mandarin dan Laoshi nya baik sekali, ngajarnya pun jelas. Hal ini sangat kontras dengan pak dosen yang ngajar Advance Mathematic tadi pagi. Namun, ada kesamaan dari mereka berdua. Beliau sama-sama tulus dalam mengajar, sama-sama ingin mahasiswanya mengerti walaupun cara ngajarnya beda. Raut ketulusan sama-sama terpancar dari wajah mereka.

Aku pun sadar akan hakikat seorang guru yang tidak hanya mengajar, tapi juga mendidik. Yang tidak hanya berorientasi pada uang, tetapi juga kaderisasi generasi penerus bangsa. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, dosa orang tuaku, dan dosa guru-guruku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sejak kecil.

Desiran angin kota yang menusuk dada dan menggapai asa

Kulihat muka yang merekah penuh cinta

Pertanda ketulusan hati sang perwira

Perwira negri pendidik generasi bangsa

Semoga selalu mendapat kelapangan dada dari sang maha pencipta

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s