Musa sang Pembelajar

Jumat ini, masjid besar kedatangan seorang tamu istimewa dari Arab, beliau pun bertugas sebagai khatib dan imam, sehingga Imam Musa yang biasa mengimami masjid besar menjadi mu’adzin pada kesempatan kali ini. Khutbah dibacakan dalam bahas inggris sehingga aku mengerti isi khutbahnya, Alhamdulillah ini kali kedua mengerti khutbah Jumat selama 8 bulan 7 hari di Taiwan.

Khatib mengambil tema tentang sang pembelajar. Dalam khutbah jumat kali ini, beliau menceritakan kisah nabi musa dan Nabi Khidir. Suatu ketika, Nabi musa ditanya apakah ada di dunia ini yang lebih pintar darinya. Nabi musa menjawab bahwa di dunia ini tidak ada yang lebih pintar darinya karena beliau adalah seorang nabi yang langsung mendapat wahyu dari Allah.

Disampaikanlah kepada nabi musa bahwa ada seorang yang lebih pintar dari Nabi Musa.

DIceritakan oleh sang Khatib bahwa Nabi Musa kala itu bersumpah bahwa dia akan berusaha menemui orang tersebut untuk belajar atau maut yang lebih dulu menjemput nabi Musa. Dari pernyataan ini, disimpulkan bahwa seorang pembelajar hendaknya belajar sampai akhir hayat.

Ketika Nabi Musa bertemu dengan Nabi Khidir, beliau berkata. “Bolehkah aku mengikutimu hingga aku bisa belajar darimu”. Nabi musa yang seorang rasul dan berkomunikasi langsung dengan Allah di bukit Tursina saja sangat menghormati gurunya. Nabi Musa tidak berkata. “Wahai Fulan, ajarkan aku ilmu yang kau punya, lalu aku akan pergi”. Namun, beliau tawaddu’ dan meminta izin kepada sang guru (Nabi Khidir) untuk mengikutinya. Point yang didapat dalam proses pembelajaran adalah “Rendah hati” dalam menerima kekurangan diri dan hormatilah guru.

Dalam percakapannya, Nabi Khidir berkata: “Sesungguhnya kamu tidak akan sabar dalam mengikutiku”. Dari pernyataan nabi Khidir, disimpulkan bahwa kalau kita ingin belajar kita harus bersabar, jangan sedikit-sedikit ngeluh, sedikit-sedikit capek, sedikit-sedikit curhat, sedikit-sedikit letoy. Kuatkanlah jiwa, raga, niat, dan usaha kita.

Bill Gates dan kawan-kawannya, selama 7 bulan menggunakan komputer mainframe milik ISI, telah menghabiskan waktu total 1.575 jam. Jika dirata-ratakan, penggunaannya mencapai 8 jam sehari selama 7 hari perminggu. Artinya, Bill Gates mengotak-atik program komputer selama 8 jam sehari setiap harinya secara rutin. Bill Gates bukan orang bego, walaupun dia di DO, namun usaha belajarnya keras bro, kalau dihitung total waktu dia belajar ngotak-ngatik komputer melebihi 10000 jam.

Bagi yang masih belajar, Cemungudh eaaa cemans-cemans, semoga ALLah memudahkan, Amiin.

Sebenernya khutbahnya panjang, Cuma nulisnya ampe disini aja dulu yaa, semoga bermanpaat, amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s