Tanggung Jawab Seorang Bapak

Beberapa hari terakhir, aku melihat salah satu seniorku (yang biasa aku panggil pak Burniadi) sedang mengantar anaknya, Sasha.

Di tengah-tengah kesibukan menyelesaikan pendidikan PhD nya, pak burniadi dan istrinya (Bu Ratna) harus membagi waktu untuk mengurus anak mereka, subhanallah luar biasa.

Di hari-hari biasanya, Aku lebih sering melihat sasha bersama ibunya. Karena sekarang sang ibunda sedang tidak berada di Taiwan, maka sang ayahanda yang mengurus sasha sekaligus menjalankan tugasnya sebagai PhD student (atau sekarang mungkin udah PhD candidate).

Peristiwa kecil ini seolah-olah menggiringku menuju imajinasi massa depan *Tsaaah*. Aku menyadari tanggung jawabku kelak sebagai ayah tidak hanya memberi nafkah saja, namun harus siap berbagi beban dengan istri. Pemikiran tradisional masih mendeskreditkan istri itu tempatnya di dapur dan ayah di kantor. Namun, peristiwa kecil ini seolah-olah menegurku agar aku bisa berlapang dada berbagi beban dnegan istri. *Mudahkanlah Ya ALLAH*.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s