Perkumpulan Berbanding Terbalik Dengan Kemajuan???

Dalam renunganku seorang, terfikirlah nasib suatu negri nan jauh disana. Suatu negri tempat aku dilahirkan, tempat aku menempuh jenjang pendidikan dasar, dan tempat aku menimba suatu ilmu. Yah, suatu negri yang bernama Indonesia.

Aku sekarang berada di sebuah negri yang bernama Taiwan yang hanya beberapa Negara yang mengakui eksistensi keberadaannya sebagai sebuah Negara. Namun, sekitar 200.000 orang Indonesia merantau kesini.

Aku berfikir dan merenung tentang culture hidup beberapa komunitas orang yang berada disini, diantaranya orang Taiwan itu sendiri, orang Vietnam, dan orang Indonesia. Dari 3 negara itu, yang orang-orangnya paling sering berkumpul adalah orang Indonesia dan orang Vietnam.  Orang Taiwan sendiri jarang berkumpul dan nongkrong-nongkrong gak jelas. Mereka kadang berkumpul, namun pada suatu event tertentu dan sifatnya jarang.

Idealnya, sekelompok orang yang sering berkumpul dengan teman-temannya, mereka mampu meningkatkan etos kerja, semangat kerja, dan budaya kerja sama yang konstruktif. Namun, fakta yang terjadi adalah frekuensi berkumpulnya orang-orang ini berbanding terbalik dengan kemajuan bangsanya. Apakah benar frekuensi tingkat berkumpulnya orang-orang ini berbanding terbalik dengan kemajuan bangsanya? Wallahu A’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s