Kisah Sabar dan Syukur

Ujian kesabaran menghampiriku sore tadi. Seperti biasa, sebagai rasa syukur akan nikmat-Nya aku melakukan jogging sore ini (*Sok Bijak). Sebelu jogging, aku meletakkan kunci dorm dan seluruh barang2 pribadiku lainnya (NHI, ARC, Student ID) kedalam sebuah dompet dan meletakkan dompet tersebut di atas bangku di pinggir lapangan. Aku pun mulai berlari pukul 17:55 dan selesai pukul 18:10 (hanya 15 menit). Setelah berlari, aku pun kaget tatkala menyadari dompetku sudah raib.

Aku bingung, namun aku tetap tenang (ciyeeeh).  Aku berusaha mencari-cari dompetnya namun tetap tidak ketemu. Mau balik kamar, gak punya kunci. Akhirnya ke Dorm Manager untuk minta kunci baru. Beruntung ada mbak lilik yang jadi translater. Setelah aku dapat kunci serep kamar 125, mbak lilik mengantarku ke student office untuk mengecek dan registrasi barang Lost and Found. Setelah dari student office, aku balik ke dorm dan perutku tiba-tiba lapar. Aku pun membeli makan malam ke kantin sevel. Beruntung ATM tidak kumasukkan ke Dompet jadi aku bawa ATM untuk belanja makan di kantin. Ketika di Sevel, aku mencoba menarik uang, namun karena ATM di sevel gak bisa, akhirnya aku bingung, udah laper banget pula, duit kontan gak ada, kalau ambil di ATM Familiy Mart jauh.

Kulihat sekeliling, ternyata ada mas stan lagi beli Naica. Akhirnya aku pinjem dulu uang mas stan untuk beli makan, dan beliau berbaik hati meminjamkan uangnya kepadaku. terima kasih ya ALLAH mempertemukan kawan di saat yang tepat. Aku pun balik ke kamar dan makan. Setelah itu, aku ingin ke kantor polisi, dan beruntung sekali teman-teman Lab ku bersedia mengantarku ke kantor polisi yang cukup jauh dari kampus.

Nilai yang utama dalam kejadian ini adalah Sabar dan Syukur. Sabar ketika ALLAH memberikan ujian, tidak mengeluh dan berusaha menjalani ujiannya dengan baik. Syukur karena ALLAH masih memberikan teman-teman untuk membantuku ngurusin ini semua (Mbak Lilik, mas Stan, Yong Zhi, FOng Jia, Wei Chen). Coba bayangin kalau ngurusin sendiri? Semoga ALLAH mempermudah jalanku kedepannya, dan menjadikanku seorang hamba yang Bersabar dan Bersyukur,  Amiiin. (Yang baca wajib MENGAMINKAN).

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat siksa (dari kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau membebani Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Ma’afkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir. (QS. Al Baqoroh 286)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s