Rasiskah kita?

Seringkali kita mendengar bahwa Orang berkulit putih itu rasis, orang Amerika dan Eropa itu Rasis, orang Cina itu Rasis, Orang Arab itu Rasis, dan lain-lain. Secara tidak sadar pikiran manusia mendefinisikan rasis dengan pengertian yang sempit, yaitu perbedaan warna kulit, kalau agak lebih luas lagi, perbedaan agama. Namun, sadarkah bahwa setiap manusia itu rasis?

Pernahkah anda berfikir bahwa diri anda (lebih spesifik lagi orang Indonesia lebih pintar dari Orang Cina/ orang Amerika/ orang lainnya)?

Pernahkah anda berucap seperti itu kepada teman anda sesame orang Indonesia ketika ghibah kan teman anda yg orang asing? Anda mengklaim bahwa mereka bekerja lebih keras dari anda sehingga bisa sukses namun anda masih tetap berpegang teguh pada pemikiran kemampuan anda lebih baik?

Pernahkah anda berfikir bahwa adik anda lebih pandai daripada adik teman anda?

Sesungguhnya hal-hal tersebut juga masuk dalam kategori rasis. Anda Berfikir bahwa anda memiliki kehebatan yang lebih disbanding orang lain, seperti layaknya umat Yahudi yang merasa dirinya sebagai umat Tuhan dan memiliki kelebihan disbanding umat lainnya. Namun, yang membuat kita aman adalah kita tidak berkata secara eksplisit terkait hal itu, hanya berada dalam pikiran saja.

Apakah boleh? Boleh, tapi ada syaratnya.

  1. Tidak boleh ada niat nyombong, tapi niatkan untuk memotivasi diri
  2. Tidak mengungkapkannya secara eksplisit/implisit sehingga menyakiti orang lain
  3. Selalu menyadari bahwa kerja keras merupakan kunci kesuksesan
  4. Menydari bahwa semua pemberian Allah SWT

Mari rendah hati dan senantiasa belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s