Be an Expert or an Expert will come to you

Tulisan ini saya buat karena melihat sebuah tontonan yang sangat berkualitas, yaitu acara Mata Najwa dengan Nara Sumber mantan Presiden RI, BJ Habibie. Secara garis besar, Najwa Shihab melihat dan menggali kehidupan BJ Habibie dari sisi politik dan kehidupan pribadinya.

Saya akan mencoba belajar dari Pak Habibie dari sisi keprofesian saya (baca: Engineer). Saya dan Pak Habibie sama-sama pernah menempuh pendidikan di Jurusan Teknik Mesin ITB, pak Habibi masuk tahun 1954 dan keluar tahun 1955 (karena pindah sekolah ke Jerman), sedangkan saya masuk tahun 2007 (53 tahun kemudian).

Mari kita buat analisis sederhana dulu : Habibie Lahir tahun 1936 dan tinggal di Jerman sejak tahun 1955. Beliau baru balik kembali ke Indonesia tahun 1974. Selama 38 tahun (1936-1974), selama periode itu beliau berusaha menjadi seorang Expert di bidang Aeronautic, tanpa ada kegiatan lain yang menyita waktu (saya tidak menemukan referensi karir politik beliau di periode itu).

Mari buat analisis lebih lanjut : Tahun 1960, beliau mendapat gelar S1 nya (Diplom-Ingenieur), dan melanjutkan Riset nya di bawah bimbingan Prof. Hans Ebner untuk menyelesaikan program doktoralnya. Karena gaji yang sangat kecil selama Riset, beliau mencoba untuk kerja paruh waktu di sebuah perusahaan Otomotif yang bernama Talbot dan berperan sebagai Advisor (karena beliau juga seorang Graduate Student). Pada tahun 1965, beliau mendapatkan gelar (Doktor der Ingenieurwissenschaften). Seusai menamatkan pendidikan Doktoralnya, beliau bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan Aeronautic, untuk menekuni bidang Thermodynamic, Construction, dan Aerodynamic.

Analisis tingkat lanjut lagi [Khusus bagi Engineer] : Bagi yang bukan terlibat di bidang Engineering, mungkin anda akan berfikir bahwa 3 bidang keahlian tersebut (Thermodynamic, Construction, dan Aerodynamic) hubungannya dekat. Jawabannya TIDAK !!! . Thermodynamic itu 1 bidang keahlian sendiri, Construction 1 bidang keahlian sendiri, dan Aerodynamic 1 bidang keahlian sendiri. Dan saya sebagai Engineer Cupu yang hanya bisa di 1 bidang (itu pun masih banyak yang belum saya tahu) Amat Sangat Kagum dengan kehebatan beliau yang mampu menguasai 3 bidang itu. Professor-Professor di ITB, dan NTUST, serta beberapa kampus lain yang saya tau dari Website, tidak memiliki keahlian di ketiganya, mungkin mereka ahli tapi hanya di bidang tertentu saja.

Analisis Pribadi : Menurut saya Wajar jika banyak Engineer Indonesia yang masih Cupu (termasuk saya) karena jam terbang nya terganggu dengan kegiatan-kegiatan politik praktis/event2 lainnya yang menguras banyak waktu dan tenaga tanpa mempedulikan kemampuan untuk menjadi Expert di bidang yang sedang di gelutinya (termasuk saya mungkin). Saya bukan anti Politik, silahkan saja berpolitik/berkegiatan apapun. Namun milikilah jam belajar di bidang anda selama 10 ribu jam sampai usia anda 40 tahun. Karena ketika orang sudah belajar selama 10 ribu jam, maka dia bisa dianggap Expert di bidang itu. Ketika anda ingin melakukan hal lain juga (selain di bidang anda), maka kurangilah jam tidur anda sehingga jam terbang anda dalam mempelajari bidang anda tetap terjaga hingga 10 ribu jam sampai usia anda 40 tahun.

Kemajuan teknologi dan tuntutan zaman untuk bergerak cepat membutuhkan orang yang Expert di bidangnya. Pesan saya untuk kita semua adalah Be an Expert or an Expert will come to you”.

Image

He is a great Engineer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s