Ki Hajar Dewantara Mengambil Konsep Pesantren

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah film Nasional yang pernah mendapat penghargaan di tahun 2013, yaitu film “sang Kiyai”. Dan saya teringat salah satu pahlawan Nasional yang saya kagumi, yaitu Ki Hajar Dewantara.

Pernah dengar Ki Hajar Dewantara kan? Kalau belum pernah denger nama beliau, SUNGGUH TERLALU !!!.

Beliau adalah Bapak Pendidikan Republik Indonesia, yang tanggal lahirnya dijadikan Hardiknas (2 Mei). Beliau adalah aktivis pendidikan yang terkenal dengan semboyannya, yaitu “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani“.

Ing Ngarso Sung Tulodo = di Depan memberi Teladan

Saya memaknainya sebagai seorang yang berada di depan (pemimpin), harus memberikan teladan kepada yang dipimpinnya. Konsep ini sama dengan konsep “Kiyai” dalam sebuah pesantren, dimana kiyai harus memberikan teladan yang baik untuk para ustadz dan para santri.

Ing Madyo Mangun Karso = Di tengah memberi bimbingan

Konsep ini mirip dengan para Ustadz dan Ustadzah di pesantren. Mereka berada di tengah (dipimpin oleh kiyai dan dihormati oleh santri). Ustadz/guru yang berada di tengah memberi bimbingan, atau dengan kata lain mengajar/mendidik yang lebih bawah (baca : santri)

Tut Wuri Handayani = Di belakang memberi dukungan

Posisi ini merupakan posisi santri yang harus memberi dukungan terhadap gurunya, menghormati mereka, dan juga menghormati para “kiyai”.

Menurut saya, Ki Hajar Dewantara ini membuat semboyan tersebut karena terinspirasi oleh konsep pesantren. Wallahu A’lam

Image

Bapak Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s