Beda Profesi Beda Pola Pikir

Hari ini aku awali dengan Bersepeda Ria (Gowess) dari Gonguan menuju Taipei Zoo. Perjalanan diawali pukul 07:00 dari kampus NTUST. Aku memilih menggunakan U Bike karena lebih nyaman untuk digunakan. Aku pergi bersama 3 orang teman (Hari, Isro, Mas Juno) menuju Taipei Zoo melalui River Site. Dalam perjalanan sepanjang River Site (Baca : Pinggiran kali), kami melihat buanyaak sekali ikan. Dalam pikiran kami (baca: Engineer), bagaimana caranya menangkap ikan, lalu membawa pulang, menggorengnya, lalu memakannya. Sangat simple sekali pemikiran kami!!!.

Mungkin kalau kami seorang businessman, kami akan berfikir bagaimana menangkapnya, mengembangbiakannya, dan menjualnya. Kalau kita seorang pecinta hewan, mungkin kami akan berfikir bagaimana caranya hewan tersebut memiliki tempat tinggal yang layak.
Siang hari, aku kembali mengikuti Academic Writing Seminar. Sebuah seminar pelatihan Bahasa inggris yang diperuntukkan untuk penulisan jurnal/karya ilmiah akademik. Seperti seminar pada umumnya. Ada pertanyaan, lalu dijawab, dan seterusnya. Diskusi berjalan sangat jelas karena yang bertanya memiliki pertanyaan yang jelas, dan yang ditanya memiliki jawaban yang jelas dan menjawab.

Ketika sore hari, aku mengikuti kegiatan kajian Gabungan, dan Penyambutan Mahasiswa Muslim yang baru di wilayah FORMMIT Utaratu. Hadir juga undangan yang baru datang dari Indonesia, beliau adalah Bunda Pipit Senja, dkk. Saya tidak akan membahas tentang detail acarany, namun saya tertarik kepada metode berfikir ala sastrawan yang sangat berbeda dengan engineer.

Ada pertanyaan yang diajukan oleh salah seorang kawan kami. Dia bertanya siapakah tokoh yang diidolakan oleh Bunda Pipit Senja,dkk. Pertanyaan yang sangat simple untuk dijawab. Namun jawaban yang diberikan sungguhlah berbeda dengan eskpektasi jawaban saya. Jawabannya muter-muter hingga akhirnya jawaban “setengah retoris” muncul.

Sungguh menarik menelaah pola pikir orang berdasarkan profesi yang terbiasa digelutinya. Kesimpulan saya adalah jangan memaksa orang untuk memiliki pola pikir yang sama dengan kita karena profesi yang berbeda sangat mempengaruhi pola pikir setiap orang. Setiap manusia itu berbeda dengan keunikannya masing-masing. Allahu Akbar.

Sedang Jadi Pengamat Antropologi, tapi tetap seorang Insinyur.😀

2 thoughts on “Beda Profesi Beda Pola Pikir

  1. i agree mas.Nur , i like this.
    …..jangan memaksa orang untuk memiliki pola pikir yang sama dengan kita karena profesi yang berbeda sangat mempengaruhi pola pikir setiap orang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s