Percakapan di tengah malam

Sudah hampir 2 tahun saya berada di Taiwan, dan selama itu pula saya memiliki beberapa teman lokal Taiwan karena aktivitas di Lab. Diantara teman-teman saya, ada satu orang yang menarik perhatianku, namanya Yong-Zhi. Tahun pertama di Lab, dia selalu bekerja hingga jam 1 atau jam 2 pagi, lalu pulang, lalu tidur, bangun lagi, kerja lagi, lalu pulang, lalu tidur. Begitu seterusnya selama 7 hari dalam satu pekan non-stop.

Namun, ada hal berbeda yang dia lakukan di tahun kedua. Dia selalu pulang jam 12 malam dan langsung tidur. Dalam suatu kesempatan di tengah malam, kami kebetulan  pulang bersama. Aku pun memulai percakapan di tengah malam itu, Aku bertanya kepadanya mengapa dia akhir-akhir ini tidur cepat dan terlihat lebih ceria. Jawaban dia sungguh memukau. “Because I Believe in God, I believe in Jesus“. Dia harus bangun jam 7 pagi untuk belajar Bible dan melakukan teleconference di Lab di pagi hari.

Agama kristen yang sesat saja bisa merubah hidup seseorang menjadi seimbang antara Duniawi dan Kehidupan berketuhanannya, apalagi Islam sebagai Rahmatal Lil’alamin. Ya Rabb, ampuni kami yang lupa pada-Mu akibat kesibukan duniawi yang terus menerus kami kejar tanpa henti. Berikanlah keridhoan kepada kami dalam menjalani hidup ini. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s