Happy Engineer vs Poor Engineer

Seorang manusia dalam hidup perlu memiliki kebahagiaan agar senantiasa produktif dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Insinyur pun seorang manusia yang juga perlu merasakan kebahagiaan. Lalu, apakah definisi insinyur yang bahagia itu?

Kebahagiaan tak bisa terlepas dari ketersediaan fasilitas, kemampuan finansial, dan kecocokan dengan pasangan hidup. Insinyur yang memiliki fasilitas yang bagus, kemampuan finansial yang mapan, belum tentu bahagia jika tidak dibarengi dengan memiliki pasangan hidup yang menyejukkan hati.

Sehingga, insinyur yang bahagia adalah insinyur yang memiliki gaji standard Amerika, Mobil mewah Lamborghini, dan istri yang sholehah.

Sedangkan, insinyur yang menderita adalah yang memiliki standar gaji Indonesia, mobil import dari Cina, dan istri dengan gaya hidup Amerika. (ada salah satu Dosen di Mesin ITB namanya Pak Filino Harahap yang bernasib seperti ini)

Hehehe, ini cuma bercandaan doank kok. yang penting bagaimana kita bisa memberikan manfaat atas ilmu yang telah kita miliki. Dan kekayaan yang sesungguhnya terletak pada kaya haati, yang disebut dengan Qona’ah. Mari senantiasa memperkaya hati kita, terutama para engineer.šŸ˜€

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s