Bagaimana menghitung orang Tegal dan Batak di Jakarta

Di sebuah universitas A di bilangan kota Jakarta Timur, terdapat 2 sahabat yang bernama Nasution dan Casingkem… Nasution adalah orang Batak, sedangkan Casingkem adalah orang Tegal.

Suatu ketika Casingkem naik metromini menuju Senen. Disana dia bertemu melihat sebuah aksi pencopetan yang dilakukan oleh anak SMA. Kebetulan sekali di baju anak SMA yang nyopet itu ada nama Harahap. Dalam aksinya, harahap bekerja sama dengan temannya yang juga anak SMA  yang di bajunya ada tulisan Panjaitan. Casingkem hanya diam melihat aksi pencopetan itu karena takut. Di tengah lamunannya, kondektur metromini datang meminta ongkos bayaran. Dan supir pun berteriak karena sudah sampai senen. Baik supir ataupun kondekturnya mereka berlogat Batak.

Keesokan harinya casingkem bertemu Nasution dan bertanya.

Casingkem : “Bagaimana cara menghitung jumlah orang Batak di Jakarta?”

Nasution : ” Mana ku tahu”

Casingkem: “Jumlah metormini dikali empat. 1 supir, 1 kondektur, 2 copet. Karena kemarin aku lihat supir, kondektur, dan 2 copet orang Batak semua”

Nasution : ” Kalau menghitung jumlah orang Tegal di jakarta gmna?”

Casingkem : “Aku ora Ngerti”

Nasution : “Jumlah Kosan di Jakarta dibagi 2. Kemarin aku main ke kosan temanku, di setiap dua kosan mahasiswa , terdapat 1 warteg”.

Hahahah, Hanya Bercanda, Serius Amat.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s