Kisah Perjalanan menulis buku

Alhamdulillah, atas izin ALLAH, tanggal 10 Dzulhijjah 1435 Hijriyah bukuku sudah terbit dan mulai dipasarkan di kalangan teman-teman. Setelah hampir 25 tahun usiaku, akhirnya aku punya buku yang bisa dinikmati dipasaran (Selain buku TA dan buku Thesis tentunya, hehe).  Bukuku ini diterbitkan oleh penerbit lokal di Taiwan (SALAM PRESS Media), bagi teman-teman yang ingin memilikinya, bisa memesan kepadaku.

Perjalananku menerbitkan buku ini terbilang tidak mudah (tidak semulus river side yang ada di taipei, *ApaanSIh). Ini adalah ide keempat penulisan buku. Aku sempat ingin menulis buku 3 kali, tapi selalu gagal.

1. Dua Bocah Kampung Ke Eropa

Pertama kali tercetus  ide menulis buku pada tbulan Maret 2011, saat itu aku baru pulang dari London seusai mengikuti Conference.

Ketika di London aku berfikir bagaimana kalau aku membuat buku yang berjudul “Dua bocah kampung ke Eropa”. Buku itu berupa novel yang menceritakan dua orang teman sejak kecil (Laki-laki dan perempuan) yang terlahir di daerah pelosok nan jauh disana. Mereka selalu bersama sejak SD hingga SMA, kemudian berpisah dan bertemu kembali 5 tahun kemudian di London. Sang pria ternyata memendam rasa cintanya sejak SD. Dan di London itulah sang pria mengungkapkan cinta nya kepada sang wanita. Ternyata sang wanita pun memiliki perasaan yang sama dengan si Pria. Mereka pun akhirnya menikah dan bahagia selamanya (Klassik banget ceritanya sumpah!). Novel itu sudah kutulis beberapa halaman, daan akhirnya, MENTOK!.

2. 18 Bocah kampung ke Amerika

Di Bulan Juni-Juli 2011, aku mendapat kesempatan bersama 17 orang mahasiswa Indonesia lainnya untuk belajar di University of Kansas. Singkat cerita, 2 bulan disana sungguh menyenangkan dan salah satu momen terindah dalam hidupku.

Sepulang dari USA, aku menuliskan cerita-ceritaku hingga jadilah sekitar 30 cerita dan totalnya bisa mencapai puluhan halaman. Aku berfikir untuk membukukannya. Aku pun mengerjakan semuanya dengan menggunakan bahasanya Raditya Dika yang sok Gaul (Padahal tipikalku adalah tipikal tulisan yang serius, walaupun agak sedikit Lawak). Ketika mau menyelesaikan, tiba-tiba terbersit keraguan apakah buku ini akan laku atau tidak, AKhirnyaaa. Gagal TOtal, tulisan hanya bertengger di Laptop tanpa pernah tersentuh untuk dibukukan.

3. Taipei Bergoyang

Kalau ngelihat judulnya, tampak sepintas ini buku “sedikit Nyeleneh”. Tapi tunggu dulu Bergoyang itu singkatan dari “Bersih Gokil dan Nyaman”. Hal ini terinspirasi dari sebuah film “Dewasa” yang berjudul “Kuningan Bergoyang”. (Sumpah demi Allah Gw gak pernah nonton tuh Film), cuma beritanya menghebohkan warga Cirebon dan gw berfikir tampaknya kalau dijadikan judul buku jadi menarik dan memiliki daya jual tinggi.

Buku ini bercerita tentang keindahan kota taipei (Fasilitasnya, makanannya, Transportasinya, kebersihannya, orang-orang nya, Night Marketnya, dll). Tulisanku sudah cukup banyak untuk buku ini, namun aku mikir, siapa yang mau beli? Aku pun mengurungkan niatku dan kumpulan tulisanku hanya jadi pemenuh hardisk Laptopku.

4. Catatan Sang Insinyur

Ini adalah buku keempatku yang akhirnya beneran Jadi (Alhamdulillah). Mengapa buku ini sampai jadi? karena aku PAKSAIN harus jadi, aku gak mau lagi jadi MAGAKONG (Manusia Gak Kongkrit). Udah 3 kali aku gagal membuat buku, sayang sekali kalau yang keempat ini gagal. Akhirnya atas Izin ALLAH, aku bekerja sama dengan Penerbit SALAM PRESS untuk mencetak buku ini. Detail penjelasan bukunya akan disampaikan di postingan berikutnya, hehehe.

Bagi yang ingin beli, ayoo beli, hehe. Bisa memesan via coment di postingan ini, email ke nurmuhammadmalikuladil@gmail.com ataupun sms ke +886919429714. Ini cover bukunya.

Cover Buku Catatan Sang Insinyur

Cover Buku Catatan Sang Insinyur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s