Kisah sang Kiyai dan Preman

Ini merupakan kisah yang saya tidak tahu kebenarannya valid atau tidak. Tapi kita bisa mengambil pelajaran dari kisah ini. Kisah seorang penjahat yang pernah melakukan hampir semua kejahatan dan kisah seorang kiyai yang sangat alim.

Alkisah di sebuah daerah, terdapat seorang ulama, dia tinggal di atas gunung agar lebih tenang beribadah kepada Allah. Dia sesekali turun ke bawah melewati jalan setapak untuk membeli kebutuhan sehari-hari, kemudian balik lagi ke atas gunung.

Di desa itu juga, terdapat seorang preman yang pernah melakukan hampir semua kejahatan. Suatu ketika, sang preman ingin bertaubat dan menghadap sang ulama di atas gunung. Sang preman pun melewati jalan setapak yang merupakan jalan satu-satunya untuk melintasi gunung tersebut. Di tengah jalan, sang preman bertemu sang ulama yang kebetulan ingin turun ke bawah membeli keperluan.

“Waduh, buruk sekali nasibku. Ingin mendekati beliau dan ingin bertaubat, malah beliau sedang ingin turun ke bawah”. Ujar sang preman dalam hati sambil menyapa sang Ulama dengan sopan dan penuh hormat.

“Ini preman yang dosanya banyak, berani-beraninya menghalangi jalan ulama terhebat untuk turun ke bawah” Dalam hati Sang ulama sambil menatap sang preman dengan sinis.

Saat itu pula, ALLAH memuliakan sang preman dan menghinakan sang ulama karena dalam hati sang preman ada kecintaan dan penghormatan terhadap ulama sedangkan dalam hati sang ulama ada sedikit kesombongan. Mari bersama-sama hindari sifat sombong dalam diri kita, karena sesungguhnya sombong menjauhkan diri kita dari surga.

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi”

Ada sahabat yang bertanya, “Bagaimana halnya seseorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus…?”

Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan.

Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain…“ (HR. Muslim: 91)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s