Supir Bis

Saya punya Teman yang bernama Yi-Jin. suatu ketika, dia pergi pagi2 sekali dari Lab (jam 6:00) gituh, Karena pergi di waktu yang tidak lazim, maka terjadilah percakapan diantara kami.

Adil : “Where will you go”

Yi Jin : ” I will go to Bus driver training center”.

Adil : “How much did you pay for training?”

Yi Jin : ” 10,000 NTD” (Sekitar Rp. 4 juta. 1 NTD = 400 NTD).

Adil : ” Why do you want to learn how to drive the bus?”

Yi Jin : ” Because I don’t know whether I will get the job or not after I finish my master. If I don’t get a job, I will be bus driver”. (Gila, Lulusan S2 Teknik Mesin NTUST jadi supir bis bro)

Adil : “I think you will get a job”.

Yi Jin : ” Thank you”

Aku pun merenung mengapa beliau sepesimis ini menghadapi hidup. Saya tau sekali professor nya adalah professor paling sulit di Teknik Mesin NTUST, tapi saya tidak menyangka kalau beliau sangat pesimis menghadapi masalah.

Saya tidak tahu apakah sifat pesimis itu datang karena beratnya beban hidup di Taiwan, ataukah karena individu itu sendiri?

Tapi yang jelas, semua itu karena ketidakpercayaan akan kekuasaan Allah. Sebagai orang yang tidak percaya Tuhan, dia khawatir akan massa depan/rizkinya. Namun kita sebagai seorang muslim, wajib meyakini rizkinya tidak akan tertukar sehingga tidak layak kalau kita risau akan massa depan. Semua akan indah pada waktunya. Lakukanlah yang terbaik yang bisa dilakukan, masalah hasil, serahkan kepada Allah.

#SelfReminder

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s