Experimental Technique for Vibration Measurement

Melanjutkan postingan sebelumnya tentang Experimental modal analysis (EMA). Terdapat 3 filosifi dasar dalam EMA, yaitu Theory of Vibration, Experimental Technique, dan Curve Fitting. Pada kesempatan kali ini, akan dibahas secara umum bagaimana pengukuran getaran dilakukan. Pengukuran getaran terkadang disebut dengan pengukuran Frequency Response Function (FRF).

Komponen apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan pengukuran? Dan bagaimana pengukuran tersebut dilakukan?

Komponen-komponen yang dibutuhkan untuk pengkuran getaran ini adalah:

1. Struktur Uji

2. Shaker / Impact Hammer

Shaker/Impact Hammer berfungsi untuk memberikan eksitasi pada benda uji. Struktur yang menerima eksitasi akan bergetar, dan pengukuran respon getaran (Displacement, Velocity, Acceleration) dilakukan oleh transducer.

3. Transducer

Transducer adalah sensor untuk mengukur respon getaran/Gaya yang diberikan oleh Shaker/Impact Hammer. Beberapa transducer diantaranya adalah Accelerometer untuk mengukur percepatan struktur dan load cell yang mengukur besar gaya yang diberikan oleh shaker.

4. Power Amplifier (Shaker Amplifier)

Power Amplifier digunakan untuk memperbesar signal, sehingga magnitude dari gaya eksitasi yang diberikan kepada struktur dapat diatur.

5. Conditioning Amplifier

Conditioning Amplifier merupakan perangkat untuk memperbesal sinyal yang diterima oleh transducer.

6. FFT Analyzer

FFT analyzer merupakan perangkat yang merekam data dalam domain waktu dan merubahnya menjadi domain frekuensi.

7. SIgnal Generator

Signal Generator ini berfungsi untuk memberikan sinyal kepada shaker untuk menggetarkan struktur uji. Kita bisa memilih jenis sinyal apa yang akan diberikan, bisa sine, swept sine, Random, Pseudo Random, dll.

Bagaimana urutan kerjanya?

FFT Analyzer memberi sinyal kepada power amplifier. Power Amplifier memperbesar sinyal yang diberikan kepada shaker. Shaker menggetarkan struktur uji. Respon getaran dari struktur uji (Percepatan) di rekam Transducer (Accelerometer), lalu sinyal yang diterima akan diperbesar oleh Conditioning Amplifier. Data pada domain waktu diterima oleh FFT Analyzer. Data dari domain waktu ditransformasikan menjadi domain frekuensi oleh FFT Analyzer. Lebih jelasnya, bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Experimental Modal Analysis

Experimental Modal Analysis

Semoga Bermanfaat.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s