Ketika Sang Atheis Mengambil Tissue

Hari ini aku melakukan Experiment terakhir, Semoga datanya setelah diolah akan bagus. Mohon doanya yah Pembaca sekalian, Aamiin.

Singkat cerita, setelah semua pengujian beres. Saya meminta bantuan teman saya untuk kembali membawa peralatan menuju Lab. Dia pun datang ke tempat experiment. Disana, terdapat sebungkus tissue yang merupakan tissue yang disediakan sekolah untuk ruangan tersebut.

Temanku tersebut ingin mengambil tissue itu. Apa yang dia lakukan? Dia meminta izin terlebih dahulu untuk mengambil selembar tissue diantara tumpukan tissue yang sangat buanyaakkk dan terlihat sekali bahwa tissue itu milik umum.

Namun, teman saya tetap meminta izin terlebih dahulu. Sungguh akhlak yang baik, walaupun dia seorang yang atheis.

Peristiwa ini seolah-olah menampar saya sebagai seorang muslim. Kadangkala, seorang muslim mengambil barang orang tanpa izin, minimal meminjam tanpa izin. Ketahuilah wahai saudaraku, meminjam barang orang lain tanpa izin disebut sebagai Ghosob dan hukumnya Haram.

Seringkali di masjid asal pakai sendal orang. Emang niatnya baik untuk wudhu dan akan ditaruh di tempat awal. Namun tidak meminta izin terlebih dahulu terhadap yang punya. Maka hal tersebut juga termasuk Ghosob dan hukumnya Haram.

#IntrospeksiDiriSendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s