Ketika Politikus Tak Professional

Hari ini entah mengapa saya ingin mencurahkan pemikiran saya tentang para politikus2 Indonesia yang tidak professional. [NB : Saya bukan Politisi Partai Apapun, dan saya tidak suka Terlibat aktif dalam dunia Politik, Batasan keterlibatan Saya hanyalah Nyoblos di Pemilu/Pilkada, itu saja, tidak Lebih. Saya murni seorang Insinyur]

Birokrasi Indonesia, khusunya Lembaga Legislatif, terlalu banyak mengangkat orang jadi anggota Dewan, dan biaya Pemilu/Pilkada itu sangat mahal, dan biaya kampanye bagi calon anggota Dewan untuk duduk di Parlemen itu sangatlah mahal, baik tingkat Pusat, Provinsi, ataupun Kabupaten/Kota.

Fasilitas yang diberikan kepada anggota Dewan pun sangat Mewah. Hingga jabatan menjadi anggota Dewan sangatlah menggiurkan. Hal ini memunculkan sifat malas dan jiwa korupsi dalam diri orang-orang Indonesia. Bagaimana tidak? Dengan modal sektiar 1M, orang Indonesia bisa hidup layak selama 5 tahun, dan selama itu pula mereka bisa mengumpulkan pundi-pundi uang.

Saya memiliki kenalan seorang anggota DPRD tingkat Kabupaten di suatu daerah di Provinsi Jawa Barat. Saya sangat tau kualitas dia tidaklah pantas untuk menjadi wakil Rakyat. Hanya seorang lulusan SMA dan seorang individu yang tidak bervisi. Namun dia memiliki modal yang sangat besar dan bisa menjadi calon anggota Dewan dari suatu parpol tertentu, dan menang.

Sungguh menyedihkan bangsa ini tidak diurus oleh orang-orang yang ahli di bidangnya.

Banyak politisi dadakan yang tidak memiliki kompetensi di bidang apapun. Mereka banyak yang mendadak jadi politisi karena tidak memiliki jalan lain kecuali minjam uang di Bank, terus modal kampanye, terus jadi, terus ngumpulin duit. Gimana bisa maju bangsa Indonesia?

Yang saya harapkan adalah pemerintah dan oposisi (Parlemen) diisi oleh orang yang kompten di bidangnya. Caranya bagaimana? Caranya adalah orang tidak boleh menjadi Politisi s.d usia 40 tahun. Selama hidupnya hingga 40 tahun, hendaknya dia mengasah keterampilan dengan menggeluti bidang masing-masing.

Janganlah menjadi orang yang setengah-setengah dalam berilmu, harus Totalitas agar kualitasnya pun bisa menembus batas. Ketika dia mendapat amanat, dia bisa menjalankannya dengan baik karena memiliki wawasan/pengetahuan di bidangnya.

Semoga Allah segera menganugerahkan orang-orang yang kompeten untuk mengisi pos-pos pemeritnahan di Indonesia, Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s