Tiru Keteladanannya, Bukan Teknisnya

Presiden kita a.k.a Bapak Ir. H Joko Widodo merupakan sosok yang terkenal dengan kegiatan blusukannya, sejak jadi Walikota Surakarta (baca : Solo) hingga menjadi Gubernur Jakarta. Entah ketika beliau menjadi Presiden masih suka blusukan atau tidak. atau akan merubah gaya kepemimpinannya, Wallahu A’lam.

Saya tidak mengetahui pasti tujuan apa yang beliau ingin dapat dari kegiatan blusukan itu. Apakah ingin mengetahui kondisi rakyat secara langsung? atau ingin silaturahim dengan rakyat? atau ingin apa?

Saya tidak tahu hati manusia, dan saya lebih memilih untuk Berkhusnudzon kepada Pak Jokowi bahwa beliau melakukan ini karena ingin mencontoh Umar bin Khattab.

Seperti cerita Umar bin Khattab RA yang sangat lazim diketahui ketika beliau menjadi Khalifah. Bersama asistennya yang bernama Aslam, beliau mengunjungi rakyatnya secara diam-diam dan selama kunjungan itu, beliau pernah beberapa kali menemukan kejadian, diantaranya seorang Ibu yang memasak batu, seorang ibu yang tidak mau menyusui anaknya, seorang Gadis yang tidak ingin mencampur susu dengan air, seorang istri yang kesepian ditinggal suaminya, dan mungkin masih banyak lagi keteladanan Umar bin Khattab RA. [kalau mau tau lebih detail, tonton deh film Umar bin Khattab series yang digarap oleh MBC Grup, keren banget film nya sumpah].

Khusnudzon saya. mungkin Pak Presiden ingin meniru Sayyidina Umar bin Khattab RA. Beliau memulai dengan blusukan kepada Rakyatnya di Surakarta (Baca: Solo), lalu di Jakarta, dan *mungkin* akan mengelilingi Indonesia. Wallahu A’lam.

Namun, menurut pendapat saya pribadi, yang sebaiknya ditiru oleh Pak Presiden itu adalah Keteladanannya, bukan teknis Gaya Kepemimpinannya. Mengapa tidak sekalian saja teknisnya (baca : blusukan)?

Karena kondisi saat ini dan kondisi zaman itu berbeda. Zaman itu, orangnya masih sedikit dan cenderung homogen. (Bangsa Arab dan sekitarnya, mungkin ditambahin sedikit Persia, sedikit Romawi dan Mesir). Kebutuhan pun tidak terlalu aneh, dan Mafia pun gak aneh-aneh. Paling poll mafia yang menumpuk barang dan menjual dengan harga seenak dia di pasar (baca: monopoli). monopoli pun saat itu hanya tingkat kota, jadi bisa dikendalikan.

Bagaimana dengan saat ini? Mafia Migas? Birokrasi yang sulit? Fasilitas Kesehatan? Supremasi Hukum? Dll.

Kalau waktu dihabiskan untuk Blusukan, rasanya tidak bijak untuk sekelas Presiden melakukan hal yang sebetulnya bisa diwakilkan oleh RT, RW, Lurah, atau bahkan Camat. (Saya gak yakin sekelas Walikota/Bupati mau blusukan, Camat pun jarang yang mau kok).

Ditambah lagi, sekarang zaman teknologi, bisa pasang CCTV, ataupun teknis lainnya yang memudahkan Pak Presiden melihat langsung kondisi rakyatnya. Apalagi Indonesia ini terdiri dari 17 ribu pulau, tampaknya tidak bijak untuk Blusukan.

Jadi, yang ditiru itu sebaiknya Keteladanannya, bukan Teknis Kepemimpinannya. Umar tegas, adil, berwibawa, pemberani, tidak cinta dunia. Itulah yang harus ditiru dari Umar bin Khattab,

Semoga Allah memudahkan Pak Jokowi dalam memimpin negri ini, dan semoga Indonesia semakin baik. Aamiin. [NB : Saya bukan pendukung Jokowi, saya coblos Prabowo waktu Pemilu]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s