Cinta itu datang ketika sudah jauh

Terkadang, manusia itu baru mencintai sesuatu ketika sesuatu tersebut sudah berada sangat jauh. Pernah terdengar sebuah guyonan bahwa “Saudara itu, kalau dekat bau tidak enak, kalau jauh bau wangi“. kalau saudara ada, bawaannya berantem terus, kalau gak ada justru ngangenin.

Begitupun yang terjadi pada saya. Saya tinggal di Sumber, Cirebon. Selama saya tinggal di sumber, saya sangat jarang sekali mengunjungi Pesantren Al Bahjah asuhan Buya Yahya yang ada di Sumber untuk menimba ilmu disana. (minimal 1 minggu sekali pun tidak)

Tapi setelah saya jauh berada di Taiwan. Demi Allah, kecintaan saya kepada Guru Mulia Yahya Zainul Ma’arif (a.k.a Buya Yahya) mulai tumbuh. Saya baru menyadari bahwa beliau adalah ulama Ahlus Sunnah Wal jama’ah yang beraqidah “Asy’ariyyah” yang sangat luas ilmunya. Sungguh menyesal saya tidak menimba banyak ilmu dari Beliau.

Namun, saya bersyukur Allah menakdirkan saya berada di Taiwan, karena di daerah inilah, kecintaan saya terhadap para ulama mulai tumbuh. Semoga Allah senantiasa menganugerahi Indonesia dengan ulama-ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s