Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Manusia akhir zaman ini aneh, mereka banyak yang TIDAK INGIN mengikuti para Ulama. Mereka ingin Otodidak belajar Islam. Alasan mereka sungguh sangat Konyol.

Alasan mereka adalah:
1. “Apakah Nabi Muhammad bermadzhab?”.
2. “Hebat mana Nabi Muhammad dan 4 Imam Madzhab itu? kok kita ikut kepada 4 imam itu?”.
3. “Kok kita harus Mempelajari kitabnya Imam A, Imam B, Imam C. Kenapa tidak langsung mempelajari Al Qur’an saja?”

Camkan ini saudara-saudar ku sekalian : “ISLAM YANG BENAR ADALAH YANG DIPAHAMI OLEH PARA SAHABAT NABI”.

Pertanyaannya, apakah pemahaman yang anda pahami sama dengan pemahaman para sahabat Nabi yang mulia itu? Bagaimana anda tahu bahwa pemahaman anda adalah pemahaman yang sama dengan pemahaman para Sahabat? Bagaimana kalau anda sesat? Orang Syi’ah dan Khawarij pun merasa diri mereka benar, mereka juga ikut Qur’an dan Sunnah, tapi mereka Sesat!!!.

Bagaimana anda memvalidasi pemahaman anda? Sedangkan:
– Nabi sudah wafat,
– Sahabat sudah Wafat,
– Tabi’in sudah wafat,
– Tabi’it Tabi’in juga sudah pada wafat.

Kepada siapa lagi kita bertanya? kepada siapa kita ikut? Tentu kepada para Ulama, karena Ulama adalah pewaris ilmu-ilmu yang disampaikan Nabi.

Manusia akhir zaman menjawab. “Kenapa ke Ulama? Lihat Al Qur’an dan Sunnah langsung donk”. Itu jawaban yang sangat benar, tapi sangat dangkal sekali.

Begitulah Manusia akhir zaman (mungkin saya termasuk di dalamnya). Mereka hanyalah orang2 yang sok pintar. Kita gak menyadari bahwa diri kita ini Lemah ilmu. Beberapa fakta bahwa kita ini lemah ilmu adalah:
1. Perbedaan waktu kita dengan Nabi itu 1400 tahun. Sangat rawan terjadi kesalahan Persepsi dalam pemahamannya.
2. Gak bisa berbahasa Arab (Al Qur’an sebagai petunjuk dari Allah turun dalam bahasa Arab. Nabi Muhammad SAW juga berbahasa Arab). Disuruh Nge-harokatin Arab Gundul aja gak bisa.
3. Mereka tidak mengerti Ushul fiqih, Asbabun Nuzul, ilmu Nakhwu, Shorof, Balaghoh, dll.

Akhirnya apa? Akhirnya muncullah Jaringan Islam Liberal.

Maka, jalan terbaik adalah ikuti para Ulama yang telah membaca dan mempelajari Al Qur’an dengan sempurna. Ketika kita ikut Ulama, bukan berarti kita tidak Ikut Nabi Muhammad SAW. Kita tetap mengikuti Nabi Muhammad SAW.

Perihal Ulama mana yang anda yakini kebenarannya, itu pilihan pribadi masing-masing. Ada yang ikut Ulama A, ada yang ikut ulama B, ada yang ikut ulama C, itu terserah saja. Selama Ulama-ulama itu bukan dari kelompok Syi’ah, Khawarij, Mu’tazilah, Murji’ah, Najariyyah, Qodariyyah, Jabbariyyah, Musyabihah, Mujassimah.

Berikut penjelasan dari Al Mukarrom Guru Mulia Buya Yahya tentang Muslim yang benar. Terlepas dari segala Kontroversinya, ini adalah pola pikir yang sangat Tepat, Mengikuti para Ulama. Semoga bermanfaat.

Buya

2 thoughts on “Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

  1. Hai mas… aku suka tulisan mas… mas aku boleh minta email? aku mau diskusi buat biar lolos beasiswa dan lolos wawancara… sebenernya aku uda diskusi sama mas danar tapi aku butuh banget banyak masukan soalnya aku kepingin banget lolos neasiswa ini… mohon berkenan membagi nasehat supaya lolos wawancara dan persiapan wawancata. terima kasih ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s