Amalan Batin

Akhir zaman ini, banyak sekali umat yang fokus kepada amalan Dzohir (Amalan Lahiriah), mereka terkadang lupa tentang amalan batiniah (mungkin saya termasuk salah satu di dalamnya). Mereka berbangga dengan banyaknya amal, dan saling berlomba untuk memperbanyak amal dzohir. (Ini tidak salah, ini justru Fastabiqul Khoirot)

Banyak diantara umat akhir zaman yang haji berkali-kali, Umroh berulang kali, puasa sunnah tidak pernah absen, tilawah tak kurang dari 1 juz/hari, hingga sedekah pun tak pernah luput. Tapi terkadang niat melakukan amal tersebut hanya untuk dianggap soleh oleh manusia, disenangi Murobbi karena ada target setoran amal yaumiah, dan lain sebagainya yang semuanya berorientasikan Dunia. Saking seriusnya beramal Dzohir tersebut, seringkali mereka lupa untuk Berdoa agar Allah berkenan meluruskan niatnya dalam beramal dan menerima amal nya.

saya bukan bermaksud untuk mengajak umat untuk berhenti beramal. Tapi saya pribadi hanya ingin mengingatkan diri sendiri agar tidak luput berdoa dengan harap-harap cemas agar amalan kita diterima Allah SWT. Jangan sampai kita menjadi orang yang tertipu oleh amal perbuatan kita yang kita rasa sudah banyak, namun tidak ada satu pun yang diterima ALLAH SWT. (Na’udzubillah)

Teringat sebuah kisah ulama besar yang memiliki banyak kitab yang menjadi rujukan ilmu Fiqih. Ketika sang ulama meninggal, salah satu murid nya bermimpi bertemu dengan beliau. Lalu terjadilah dialog antara mereka:

Murid : “Wahai Guruku, bagaimana keadaanmu di akhirat?”

Guru : “Keadaanku baik2 saja, Alhamdulillah Allah karuniakan nikmat disini”

Murid : “Tentu Allah karuniakan nikmat disebabkan karya yang engkau buat”

Guru : “Karya-karyaku ternyata tidak mampu menebus itu semua. Hanya saja, ketika aku sedang menulis kitab, aku menemukan seekor lalat sedang minum tinta untuk menulis kitab, lalu aku membiarkannya hingga kenyang. Amal ibadah itulah yang ternyata memiliki nilai yang sangat besar di mata ALLAH SWT”

Mari sejenak renungkan kisah sang ulama ini. Betapa banyak kitab yang telah beliau karang dan menjadi rujukan umat Islam, namun hal itu tidaklah mampu menebus nikmat Allah di akhirat. Ternyata amalan kecil yang “Dianggap” Remeh tersebut memberikan dampak yang luar biasa.

Itulah contoh amalan batin yang terkadang dilupakan oleh manusia akhir zaman (Termasuk saya). Semoga Allah senantiasa membersihkan hati kita dari Riya, Dengki, Hasad, Hasud, ujub, dan berbagai jenis penyakit hati lainnya agar kita memiliki niat yang lurus dalam beribadah. Dan semoga Allah menerima amal ibadah kita, Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s