Terima Kasih Imam Ghozali

Imam Ghozali adalah seorang ulama besar yang sangat hebat. Dan salah satu kitab yang sangat terkenal adalah kitab Ihya Ulumuddin.

Bagi kaum wahabi, kitab ini adalah kitab yang tidak boleh dipelajari karena ini merupakan kitab Tasawwuf. Dan Tasawwuf menurut kaum wahabi adalah Bid’ah. Padahal kalau kita tau lebih rinci, ini kitab baguuss sekali. Dan saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada Imam Ghozali yang telah menulis kitab ini, yang menggabungkan ilmu Syari’at dan ilmu Hakikat.

Sedikit saya ingin meringkas intisari dari kitab Ihya ‘Ulumuddin. Ketika Imam Ghozali menulis kitab ini, Zaman itu sedang banyak terjadi perbedaan antara kaum yang Mengedepankan syari’at dan yang mengedepankan hakikat.

Kaum yang mengedepankan syari’at adalah kaum yang hanya mempedulikan masalah lahiriyah saja. Pokoknya seorang muslim harus solat, harus puasa, harus zakat, harus haji, selesai. kaum ini tidak mempedulikan ibadah2 itu  harus memiliki niat yang lurus dan bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bukan hanya STMJ (Solat terus Maksiat Jalan). Pokoknya kerjain aja ibadah itu, Titik. Selesai!

Sedangkan kaum yang mengedepankan hakikat adalah kaum yang hanya mempedulikan hakikat ibadah itu, tanpa peduli syariatnya. Mereka banyak yang tidak solat, tidak puasa, tidak zakat, tidak haji, karena dalam pendapat mereka, hakikat ibadah itu untuk mengantarkan kita agar dekat kepada Allah SWT. hakikat puasa adalah mengekang hawa nafsu, jadi yang penting kita harus bisa menahan hawa nafsu tanpa perlu berpuasa. Itulah pendapat kaum yang mengedepankan hakikat.

Imam Ghozali Rahimahullah dalam kitabnya menjelaskan bahwa seorang mukmin wajib hukumnya melaksanakan syari’at dan menjadikan syari’at yang dikerjakannya itu menjadi jalan baginya agar dekat kepada Allah. Seorang mukmin yang senantiasa puasa, dia pun harus menjadi orang yang sabar dalam hidupnya. Karena syariat puasa yang secara dzohir menahan lapar dan haus, secara hakikat adalah mengekang hawa nafsu. begitupun orang yang solat, yang secara syariat adalah melakukan amal ibadah yang dimulai dari takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Pada hakikatnya, orang yang solat dengan benar, maka hidupnya akan benar dan selalu mengingat Allah kapanpun dan dimanapun. Itulah hakikat solat yang bisa mencegah seorang manusia dari perbuatan keji dan munkar.

Saya akan membahas sedikit tentang kisah Nabi Musa AS. Ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS untuk melepas kedua sandalnya. Kaum hakikat berpendapat bahwa kedua sandal yang dimaksud adalah Nafsu Ghodobiyah dan Nafsu Syahwatiyah. Sedangkan kaum Syariat berpendapat bahwa Sandal yang dilepas adalah sandal aslinya. Sedangkan Imam Ghozali berpendapat dua-dua nya. Nabi Musa diperintahkan untuk melepas sandal nya (Dzohir), dan juga melepas nafsu Ghodobiyah dan Syahwatiyah nya (Hakikat).

Alhamdulillah, saya diberi hadiah buku yang berjudul Bimbingan untuk mencapai tingkat Mukmin. Ini adalah terjemahan dari Ringkasan Ihya Ulumuddin yang ditulis oleh Imam Ghozali. Pada bab-bab awal, dijelaskan tentang syariat. Tentang bersuci, solat, puasa, zakat, dan syariat lainnya.. Di bagian akhir, dibahas tentang hakikat dari ibadah2 itu. Bagaimana seorang yang puasa dapat menahan hawa nafsunya dan tidak mudah marah. Bagaimana seorang menjaga hatinya agar terus ikhlas dalam beribadah.

Saya ucapkan terima kasih untuk seseorang nan jauh disana yang telah memberikan buku ini dan rela mengirimkan paketnya jauh2 ke Taiwan. Semoga buku ini bisa bermanfaat bagi yang membaca, dan selalu mengalirkan pahala bagi mereka yang menuliskannya, menyebarkannya, menghadiahkannya, dan mengajarkan isi bukunya kepada kaum muslimin. Aamiin

Ihya Ulumuddin

Terjemahan Ihya Ulumuddin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s