Ketika Nasi Goreng Berubah jadi Ayam dan Ikan Goreng

Jumat ini, seusai menunaikan ibadah solat jumat, aku membeli satu bungkus nasi goreng Taiwan seharga 50 NTD di masjid. Aku simpan untuk makan malam, dan untuk makan siang, saya sudah makan Nasi Kuning Arab.

Selepas jumatan, saya bertemu dengan Ucup. Ucup mengajakku makan malam bersama di Restoran Thailand. Awalnya aku menolak, karena aku sudah membeli makan malam berupa nasi Goreng. Aku bilang, orang lain saja deh yang belum beli makan.

Qodarullah, ketika sore dibuka, nasi nya sudah basi. Bukan basi karena sudah lama, tetapi karena nasi goreng langsung ditutup ketika masih panas, akhirnya hanya dalam tempo 2 jam semuanya sudah basi dan bau.

Ternyata Allah ingin memberiku kenikmatan lebih malam ini. Ucup kembali mengajak makan di restoran Thailand. Dan alhamdulillah restauran nya enak sekali. Nasi goreng basi yang sudah tidak bisa dimakan, diganti oleh Allah dengan Ayam Goreng, ikan goreng, sayur kangkung, Telur Dadar, Sup Udang, Puding, dan sebuah pisang.

Alhamdulillah kenyang. Begitulah cara Allah memberikan nikmat kepada hamba-Nya, kadang diberi dari arah yang tidak diduga2. Tapi percayalah, bahwa segala sesuatu yang diberikan oleh Allah itu sangat baik. Semoga kita menjadi hamba yang selalu bersyukur ketika diberi nikmat, dan bersabar ketika diberi ujian. Aamiin.

Terima kasih ya Allah, terima kasih ucup.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s