You Are What You Repeatedly Do

You Are What You Repeatedly Do” Itu adalah perkataan dari seorang filsuf Yunani yang bernama Aristoteles.

Perkataan tersebut memang benar. Sebuah kebiasaan itu adalah hal yang sangat penting dalam hidup. Dan kita pada hakikatnya adalah tergantung bagaimana kebiasaan kita. Seorang yang terbiasa melakukan A, maka karakter dia tidak akan jauh-jauh dari hal yang biasa dia lakukan.

Contohnya orang yang terbiasa melaksanakan solat Dhuha. Setiap kali dia tidak melakukan solat Dhuha, rasanya ada yang hilang dalam dirinya. Orang yang terbiasa solat tahajud, lalu tiba2 dia tidak solat tahajud, maka akan ada yang hilang dalam dirinya. Orang yang terbiasa Joging, sehari tidak joging akan aneh rasanya. Itulah kebiasaan.

Seorang yang terbiasa membaca Al Qur’an, awalnya adalah orang yang memaksakan dirinya untuk membaca Al Qur’an dalam periode yang sangat lama. Hingga jika dia tidak membaca Al Qur’an, rasanya ada yang hilang.. Sama halnya jika seseorang ketika menulis. Awalnya dia memaksakan dirinya untuk menulis hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Ketika sudah terbiasa, sehari saja dia tidak menulis, rasanya ada yang hilang dalam dirinya.

Memang begitulah adanya, Kebiasaan itu harus dipaksakan awalnya. Dan ketika kebiasaan sudah terbentuk, maka kebiasaan lah yang akan membentuk karakter kita. Jika kebiasaan yang baik kita lakukan secara terus menerus, maka karakter kita akan menjadi baik. Dan karakter yang baiklah yang akan membawa kita menuju Nasib kita.

Sangatlah sulit membentuk kebiasaan, karena kebiasaan ini berkaitan erat denga Istiqomah. Istiqomah adalah suatu hal yang sangat sulit dilakukan. Namun, jika kita sudah terbiasa istiqomah dalam suatu hal, maka hal-hal tersebut akan terasa sangat mdah untuk dilakukan.

Lalu, Bagaimanakah cara membentuk kebiasaan?

  1. Buat kebiasaan harian (yang simpel aja, jangan yang ribet). Contoh: Menulis selama 30 menit. Membaca buku pengembangan diri selama 30 menit. Solat Dhuha 2 rokaat, SOlat Tahajud 2 Rokaat. Kemudian, Paksakan saja selama 100 hari Non Stop. Maka kebiasaan itu akan terbentuk dengan sendirinya. (ada yang bilang 21 hari), tapi saya kurang begitu percaya jika hanya 21 hari. Karena membentuk kebiasaan tidaklah mudah.
  2. TULIS. Tulislah pada Weekly Planning atau Daily Planning kebiasaan itu, lalu coretlah ketika sudah dilakukan.
  3. Berdoa. Ingatlah bahwa kita hanyalah makhluk yang tidak bisa melakukan apa-apa kecuali atas kehendak-Nya. Mintalah pertolongan kepada-Nya agar kita bisa menjalani hari-hari kita dengan kebiasaan yang baik.

Semoga kita bisa membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baik. Aamiin.

Taburlah gagasan,Tuailah Perbuatan

Taburlah Perbuatan, Tuailah Kebiasaan

Taburlah Kebiasaan, Tuailah Karakter

Taburlah Karakter, Tuailah Nasib.

Rencana — Acion — Paksakan untuk Terus Menerus — Kebiasaan — Sukses.

Semoga Bermanfaat.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s