5 ages of Civilization (Peter F Drucker)

Menurut Peter F Drucker, terdapat 5 tahap kehidupan masyarakat sejak zaman dahulu hingga saat ini. Tahap-tahap itu adalah:

  1. Hunter and Gatherer Age
  2. Agricultural Age
  3. The Industrial Age
  4. Information/Knowledge Worker Age
  5. Emerging Age of Wisdom

Periode Pertama (Hunter and Gatherer Age)

Pada periode ini, manusia bertahan hidup dengan cara berburu hewan, kemudian dimakan. Lalu, esoknya berburu lagi, lalu dimakan, lalu berburu lagi, dimakan. Dan seterusnya seperti itu.

Periode Kedua (Agricultural Age)

Pada periode ini, manusia mulai meninggalkan berburu dan berfikir bagaimana caranya agar makanan yang didapat bisa bertahan untuk beberapa bulan. Mulailah masyarakat untuk bercocok tanam dengan cara bertani. Awalnya hanya segelintir orang saja yang mau bertani, karena tidak langsung didapat hasilnya, sedangkan kalau berburu sudah jelas hasilnya.

Namun, sebagian Orang tetap berusaha mengembangkan sektor bertani. Hingga setelah panen, hasil pertanian menjadi banyak dan orang2 berbondong2 meninggalkan kebiasaan berburu dan mulai bertani untuk bertahan hidup.

Periode Ketiga (Industrial Age)

Pada Periode ini, mulailah berfikir tentang efektivitas hasil dari suatu usaha. Ketika seorang manusia mampu menghasilkan sekian dengan input sekian. Maka mulai terfikirkan ide bagaimana membuat sebuah mesin yang bisa menghasilkan output lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia.

Pengembangan besar-besaran pun dilakukan. Penelitian untuk mengembangkan suatu mesin semakin besar, dan Salah satu titik awal dari Industrial Age adalah ditemukannya Mesin Uap oleh Jamess Watt. Pada periode ini, semua orang diperlakukan sama dengan Mesin. Baik itu di kantor, di rumah, ataupun di lingkungan masyarakat.

Orang-orang dituntut untuk memiliki pemahaman kognitif yang sangat kuat sehinga bisa memahami suatu rumus/persamaan atau fenomena mesin atau bahkan fenomena alam agar bisa mengembangkan dunia industri lebih pesat. Akibatnya, muncullah sekolah-sekolah yang hanya mengajarkan sisi-sisi kecerdasan kognitif saja, tanpa mempertimbangkan sisi kecerdasan emosional nya.

Periode Keempat (Information/Knowledge Worker Age)

Ini adalah periode dimana kita banyak berhubungan dengan training motivasi, pengembangan passion (lentera jiwa). Pengembangan kecerdasan emosional, dan munculnya lembaga-lembaga training motivasi untuk meningkatkan optimalisasi suatu proses. (Seperti sekarang ini)

Perbedaan utama periode ketiga dan keempat ini adalah tentang bagaimana melihat manusia. Pada periode ketiga, manusia dianggap suatu mesin yang harus memahami suatu ilmu seperti matematika, fisika, science, atau ilmu-ilmu lainnya. Tanpa mempedulikan apakah sang manusia tersebut menyukainya atau tidak.

Sedangkan pada tahap keempat ini adalah manusia dianggap sebagai insan yang dinamis dan memiliki kepribadian. Setiap individu adalah unik, tidak bisa disamakan antara yang satu dengna yang lainnya. Seorang anak yang tidak pandai di Matematika, maka jangan didorong untuk mempelajari matematika secara detai;, cukup mengetahui dasarnya saja. Lalu, arahkan kemampuan dan passion anak sesuai dengan bakat dan minat nya.

Pada periode ini pula, muncul tokoh-tokoh besar seperti Bill Gates, Steve Jobs, dan para inovator lainnya yang menghubungkan dunia industri dengan pengembangan Teknologi Informasi.

Periode Kelima (Emerging Age of Wisdom)

Peter F Drucker memperkirakan bahwa periode ini muncul karena manusia kehilangan arah. sejak periode keempat, manusia mulai menemukan minat dan bakatnya pada suatu bidang, hingga dia bisa bekerja secara totalitas disana. Selain itu pula, karena manusia bekerja dengan penuh totalitas, pengembangan teknologi akan diperkirakan semakin cepat.

Dengan pengembangan teknologi yang semakin cepat, pressure semakin tinggi. Sehingga manusia dituntut untuk berinovasi lebih cepat dari batas normal. Akibatnya? banyak manusia yang akan stress dan tidak memiliki arah hidup yang jelas.

Pada periode ini, akan muncullah sebuah paradigma keseimbangan. Keseimbangan antara kehidupan pekerjaan, rumah tangga, sosial masyarakat, dan aspek hidup lainnya.

Seperti halnya yang sudah dilakukan oleh Bill Gates yang telah melewati tahap keempat. dia sudah mulai mencoba mengembangkan daerah-daerah tertinggal di afrika. Dia ingin apa yang dia miliki bermanfaat bagi orang lain. Itulah Emerging Age of Wisdom state. suatu kebijaksanaan yang muncul dari dalam hati nurani manusia.

Wahai pembaca sekalian. Pada hakikatnya, semua tahap ini sudah termaktub dalam Al Qur’an sejak 14 abad lalu. Peter F Drucker hanya mengemasnya menjadi lebih indah dengan bahasa yang lebih modern dan bisa dipahami oleh banyak orang. Agar kita selamat menjalani hidup di dunia dan di akhirat, mari berpegang teguh kepada ajaran Islam yang sudah sempurna ini. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s