Selimut dan buah

Ketika sedang bekerja, tiba2 bapak menelpon dan menanyakan aku sedang dimana. Aku menjawab kalau aku sedang di kantor. Lalu beliau berkata kalau dia lagi ada tugas dinas di kantor provinsi di bandung, dan mau mampir ke kantorku.

Orang tua ku pun datang ke kantor tempatku bekerja untuk menemuiku. Ngobrol2 pun tak lama karena gak enak kalau kelamaan ninggalin kerjaan (padahal dalam hati sih santai2 aja, haha). Sebelum pulang, bagasi mobil dibuka dan orang tuaku mengirimkan banyak makanan dan selimut. Alhamdulillah. Tau aja aku gak bawa selimut. (padahal udah lama niat mau beli selimut, gak beli2, Dasar Magakong. *Manusia gak kongkrit*).

Pembelajaran yang bisa diambil adalah rizki datang dari arah yang tidak diduga-duga. Asalkan kita yakin bahwa Allah lah yang mencukupi rizki makhluk-Nya. Tapi jangan seperti kelompok Jabbariyyah yang menganggap usaha manusia adalah sia-sia, nanti berefek kepada hidup yang malas-malasan.

Mari menjemput rizki Allah.🙂

2 thoughts on “Selimut dan buah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s