Dingin yang tak dirindukan

Malam yang begitu dingin, Tak merubah gula menjadi asin.

Temperatur negatif yang begitu menggigit. membuat lidah ini ingin merasakan nikmatnya lapis legit.

mau apa sebenernya anak adam ini?

Dikasih dingin, malah ingin menyalakan lilin.

Dikasih panas minta ruangan ber-AC yang luas.

Dingin sekali-kali memang sangat dinantikan, tapi terkadang kehadirannya tak dirindukan.

Layaknya angin malam yang memecah heningnya renungan.

Renungan untuk menghitung betapa banyaknya nikmat Tuhan yang terlupakan.

Begitulah makhluk yang namanya manusia.

Yang senantiasa sombong atas perkara yang dikira hasil usahanya.

Padahal dirinya tak lebih dari makhluk-Nya yang berasal dari air mani yang hina.

yang hanya karena Ridho Tuhan, bisa terhindar dari Neraka Jahannam.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s