Kisah Sebuah Koper

Jumat pagi itu, aku mencoba berjalan di daerah sekitar Buwon, kota Gimhae, Korea Selatan. Aku menjelajahi daerah itu karena ingin jalan-jalan  aja sebenernya (kebetulan hari libur juga tgl 1 januari 2016).

Saya pun sekalian mencari masjid untuk menunaikan ibadah solat jumat. (Di komplek sebelah tempat tinggalku juga ada masjid terdekat, sekitar 200m dari tempat tinggalku). Alhamdulillah ketemu masjidnya.

Singkatnya, seusai solat jumat, saya melihat-lihat lingkungan sekitar masjid. Kebetulan Disana adalah tempat berjualan barang-barang Second Hand (baca : barang bekas) yang masiiih baguus-baguss. Tapi ada 1 pelataran kaki lima yang barang bekasnya jelek-jelek. Kotor-kotor, kumuh-kumuh. Dan gak ada orang yang nungguin, jadi kayak bukan barang Dagangan…

Aku teringat cerita temanku yang sudah lebih dulu di Korea. Salah satu kebiasaan orang Korea adalah ketika barang sudah tidak dipakai lagi, mereka akan membuangnya. Dan setiap orang boleh mengambilnya.

Akhirnya aku berijtihad (ceileh berijtihad), ini barang bekas gak jelas banget, udah kotor, lusuh. Pasti barang buangan yang sudah tidak terpakai. Maka aku pun mengambil koper yang ada disana, kebetulan aku pun sedang butuh koper. Seolah tanpa dosa, aku ambil dan seret koper itu dan kubawa pulang. Hahahaha.

Keesokan harinya. Entah mengapa hatiku Gelisah dan mulai ngidam makan Nasi Kuning (Padahal bini gueh yang lagi hamil kagak ngidam, ini malah gueh yang ngidam). Aku pun memutuskan untuk solat Dzuhur di masjid Al Barokah tempat solat jumat kemarin.

Alhamdulillah bumbu Nasi kuning tidak didapat, tapi alhamdulillah bumbu opor ayam telah didapat. (jadi setidaknya, insya Allah besok mau masak nasi yang dicampur bumbu opor ayam, semoga beneran jadi nasi kuning, aamiin)

Terus sehabis solat Dzuhur, gueh ngeliat lagi barang-barang rongsokan itu. Loh kok sekarang ada yang jualnya. Gueh kaget dan akhirnya gueh datangin si Bapak nya dan membayar biaya koper yang sudah gueh angkut tanpa ngerasa bersalah.

Allah memberi petunjuk untuk membayar koper yang telah gueh ambil dengan cara memberikan keinginan untuk makan Nasi kuning. Karena pengen nasi kuning, maka gueh cari bumbu nasi kuning. Karena bumbu nasi kuning ada di masjid, maka gueh ke masjid. Karena tukang jualan koper ternyata ada disebelah masjid. Jadi gueh inget kemarin udah ambil koper dan belum gueh bayar. Alhamdulillah masih diberi umur untuk bayar koper.

Pembelajaran yang didapat adalah Kita harus senantiasa beristighfar memohon ampun kepada Allah atas apa-apa yang “Mungkin” tidak halal kita miliki. mungkin kita Tidak sengaja mengambil sesuatu yang bukan milik kita dikarenakan ketidak tahuan kita. Tapi jika kita beristighfar dengan tulus, insya Allah akan ada petunjuk untuk kita agar bisa mendapat ampunan-Nya dan mendapatkan kehalalan sesuatu dengan cara yang tidak diduga-duga.

Astaghfirullah Astaghfirullah Astaghfirullah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s