Si Sukar

Tahun ini, alhamdulillah untuk kelima kali nya kami harus mengeluarkan zakat mal. Kadang, zakat mal tersebut kami salurkan ke tetangga kami di Subang, dan kadang kami salurkan ke keluarga kami di Cirebon. Untuk tahun ini, zakat mal sebagian kami salurkan ke tetangga dan sebagian kami salurkan ke keluarga.

Singkatnya, kami bagi rata x ratus ribu rupiah/orang, dengan orang-orang yang dipilih oleh tetangga kami yang merupakan warga asli pribumi. Kami sisakan lebihan untuk 2 orang yang tiba-tiba protes, karena sering nya ada saja orang yang komplain, “Kok, saya miskin tidak dapat”.

Setelah dibagikan, kami minta 1 orang tambahan untuk diberikan. Diusulkan lah seseorang yang bernama SUKAR. Akhirnya kami berencana ingin memberikan sisa zakat tersebut ke Mang Sukar. Ketika mau berangkat, kami ditahan oleh tetangga kami, yang menyampaikan bahwa ada orang yang protes kenapa “mang ade” belum dikasih. Ooh baiklah aku ganti nama SUkar dengan Mang Ade. Toh, mang sukar juga belum tau kalau dia akan menerima zakat. Tapi mang ade sudah protes. Akhirnya saya ganti dengan mang ade.

Itulah kisah seorang yang bernama SUKAR… udah mah kelupaan untuk diberikan zakat. Pas mau berangkat untuk diberi zakat, di sarankan tidak perlu karena ada yang protes. Wahai orang tua, berhati-hatilah dalam memberi nama, karena nama adalah DOA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s