About Abu Salman

Hanyalah seorang muslim yang (masih) belajar mencintai Allah dan Rasul-Nya. Suami dari Rima Karimah, Ayah dari Salman Ishaq, Putra dari Fuad Hasyim dan Rofikoh.

Reza Musaddad

Reza Musaddad bukanlah anggota kelompok musaddadiah, tapi hanyalah seorang nama dari umat Nabi Muhammad SAW yang lahir pada tanggal 9 Desember 1993. (Walaupun di KTP nya tertulis tahun 1994).

Seperti orang yang hidup di zaman Now pada umumnya, Reza merupakan orang yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Memiliki kebaikan dan keburukan. Namun, Ada satu hal unik dan menarik yang bisa saya ambil pelajarannya dari gaya hidup nya Reza, yaitu rendah hati dan nurut sama Orang Tua.

Dia pernah berkata. Bagi saya mah, bepergian keluar negri itu suatu kemewahan. Padahal reza adalah orang yang cerdas, bisa berbicara bahasa inggris, memiliki keilmuan, dll. Namun memiliki kerendahan hati.

Hal lain nya adalah, kata ibu saya mah. Kata bapak saya mah. Ini adalah hal langka bagi para pemuda zaman milenial. Mereka lebih percaya postingan Instagram yang diposting oleh orang yang tidak mereka kenal, dan tidak kenal dengan mereka. Padahal postingan tersebut belum tentu benar, dan cenderung menyesatkan.

Semoga kita bisa meniru keteladanan reza dalam hal rendah hati dan mendengarkan nasihat orang tua.

Tiga Nasihat Imam Ja’far Shoddiq

Dahulu, ada ulama besar yang merupakan keturunan Rasulullah SAW. Beliau adalah Imam Ja’far Shoddiq. Nasab nya sampai Rasulullah adalah Ja’far Shoddiq bin Muhammad Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali dan Fatimah binti Muhammad SAW.

Imam Ja’far Shoddiq pernah menyampaikan tiga pesan kepada murid nya.

1. Jangan remehkan sebuah kebaikan, karena mungkin Ridho Allah ada disana.

Alkisah, ada seorang Pegulat tangguh dari Baghdad, yang bernama Junaid. Beliau seorang pegulat tangguh yang tidak terkalahkan di Iraq. Setiap tahun, diadakan pertandingan Gulat di Iraq. Sang Raja mengumumkan, siapakah yang akan melawan Junaid sang juara bertahan? yang mengalahkan nya akan mendapat hadiah.

Muncullah seorang yang sudah tua dan berbadan kurus. dia siap untuk melawan Junaid dalam pertandingan gulat tersebut. “Aah, ini pasti mudah aku kalahkan” Bisik junaid dalam hati. kemudian mendekatlah orang tua tersebut dan membisikkan sesuatu ke telinga junaid.

Ya Abal Qosim (Sebutan untuk Junaid), sesungguhnya aku memiliki istri dan anak yang kelaparan. Saya membutuhkan hadiah ini untuk memberi makan anak dan istri saya.” Ucap orang tua tersebut.

Hati junaid bimbang, apakah ia harus mempertahankan status juara bertahannya untuk menjaga nama besarnya, atau kah ia mengalah demi seorang bapak yang sedang mencari makan untuk anak dan istrinya. Akhirnya ia kesampingkan ego nya, ia pun berpura-pura bergulat agar bisa dikalahkan oleh sang orang tua tersebut. Junaid pun mengalah untuk menang.

Malam harinya, Junaid bermimpi didatangi oleh Rasulullah. “Wahai Junaid, sesungguhnya orang tua yang tadi siang bergulat dengan mu adalah cucu ku. Dan sesungguhnya Allah Ridho akan amalan mu“.

Suatu amal perbuatan sederhana, tetapi Ridho Allah ada didalamnya. Sejak itu, Junaid mendalami ilmu Agama dan menjadi ulama besar yang terkenal dengan nama Syekh Junaid Al Baghdadi. Beliau merupakan satu dari 3 ulama tasawwuf terbesar sepanjang massa. Syekh Abdul Qodir Jaelani, Imam Ghozali, dan Syekh Junaid Al Baghdadi.

2. Jangan Remehkan sebuah dosa, karena mungkin ada murka Allah disana

Alkisah, ada seorang wanita solihah yang ahli ibadah. Dia jalankan solat dengan baik, puasa dengan baik, dan amal soleh lainnya.

Suatu ketika, dia menangkap seekor kucing, dia tidak memberi nya makan, dan tidak pula melepaskannya agar kucing itu mencari makan sendiri. Maka Rasulullah bersabda bahwa tempatnya di Neraka.

Suatu perbuatan dosa yang sederhana, namun disana ada Murka Allah. Maka hendaknya kita tidak meremahkan dosa sekecil apapun.

3. Sesungguhnya Allah menyembunyikan wali atau kekasih – Nya diantara lautan manusia

Alkisah ada seorang ulama besar sedang berjalan menuju rumah. DI tengah jalan, terdapat seorang Gembel yang sedang duduk dijalan, sehingga sang ulama merasa kesulitan untuk melewati jalan tersebut.

Dalam hati sang ulama berkata. “Sungguh tidak layak seorang gembel nan miskin menghalangi jalan seorang Ulama besar”.

Esoknya, ketika beliau ingin memberikan ilmu pada suatu majelis, tiba-tiba hilang semua ingatan akan ilmu nya. Beliau pun akhirnya beristighfar memohon ampun kepada Allah dan mencari gembel tersebut untuk meminta maaf. Atas izin Allah, Ilmu ulama tersebut kembali lagi.

Maka, tidak heran ketika Umar Bin Khattab RA berkata. Ketika aku melihat orang yang lebih muda, aku berfikir jika setiap hari kita sama-sama melakukan dosa, maka dosaku lebih banyak. Dan ketika aku melihat orang yang lebih tua. Aku akan berfikir, jika setiap hari aku dan dia melakukan kebaikan, maka kebaikan yang dimiliki nya lebih baik. Perasaan ini dapat menjaga hati kita agar tidak mudah meremehkan Manusia lain nya, karena mungkin saja orang yang kita hina merupakan kekasih Allah yang Mulia

Semoga kita bisa menjalankan tiga pesan Imam Jafar Shoddiq dalam kehidupan kita. Aamiin.

Selesaikanlah masalah seperti Signal Processing

Signal processing berkaitan dengan signal analog dan signal digital. Signal analog bersifat continues, dan signal digital bersifat discrete. Perubahan signal dari analog ke digital memanfaatkan perangkat ADC (Analog to Digital Converter).

Begitulah dalam hidup. Masalah itu akan selalu ada tiap hari tiap waktu. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, mari kita gunakan metode signal processing. Langkah awal adalah merubah masalah yang kontinu menjadi discrete, artinya masalah kita selesaikan satu per satu. (TIdak menyelesaikan masalah secara bersamaan, karena masalah akan efektif terselesaikan ketika kita fokus menyelesaikan satu per satu).

Semoga kita bisa menyelesaikan nya dengan baik, aamiin.

Teman

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Bulan Ramadhan kali ini dipenuhi dengan aktivitas buka buasa bareng. (Khususnya buka puasa Departemen).

Saya bersyukur dikelilingi oleh teman-teman yang tulus dan masih Polos… Obrolan diskusi hanya seputar Pulang kampung, mudik, tempat makan enak, jalan-jalan atau touring, seputar pekerjaan, Training, dan lain-lain. Seperti obrolan mahasiswa (padahal sudah bekerja). Alhamdulillah obrolan tetap berjalan santai dan menyenangkan serta sehat.

Di lain sisi, saya sering mendapatkan informasi dari orang yang bisa dipercaya tentang obrolan-obrolan kalau mereka berkumpul. Obrolan mereka seputar kapan ganti mobil? kok gak ambil KPR sih? dan lain-lain. Penuh dengan tantangan dan nyinyir serta sangat berpotensi menumbuhkan iri hati dan kecemburuan.

Aku pun Berfikir, apakah para sosialita (Entah itu artis atau instagrammer atau emak-emak istri pejabat), mereka sering memamerkan kebersamaan dengan “Geng” nya. Aku berfikir apakah mereka memang cocok berteman dengan tulus atau mereka hanya butuh pengakuan dari Netizen bahwa mereka memiliki teman.¬†Entahlah, bisa kedua-dua nya.

Aku pun merenungi. Teman-teman akan datang dan pergi, teman SD, SMP, SMA akan datang dan pergi. Dan teman yang paling tulus adalah keluarga kita. hanya pasangan hidup kita yang akan menemani sampai menua nanti.

Bersyukurlah yang masih memiliki istri/suami yang setia, anak-anak yang penurut, dan orang tua yang perhatian. Semoga hidup kita selalu diberkahi ALLAH SWT. Aamiin

Orang Jadul Belajar Bahasa dengan Cepat

Saya memiliki seorang uwa di cirebon, beliau tidak sekolah (hanya sampai SD kelas 5). Kemudian beliau menikah dengan seorang pria di majalengka.

Kedua pasutri tersebut memiliki latar belakang yang berbeda. (Dalam hal ini bahasa). Uwa saya dididik menggunakan bahasa Cirebon, sedangkan suami nya terbiasa memakai bahasa sunda.

Singkat cerita, entah bagaimana cara nya Uwa saya (yang awalnya terbiasa bahasa cirebon) dalam waktu singkat sangat lancar berbahasa sunda. Begitupun sebaliknya, suaminya (yang awalnya terbiasa bahasa sunda) sangat lancar berbahasa Cirebon.

Mereka adalah orang-orang jadul yang tidak sekolah. Tapi Memiliki kemampuan berbahasa yang sangat bagus. Banyak mahasiswa ITB dari luar tanah pasundan, bertahun-tahun kuliah di ITB tapi tidak mampu juga berbahasa Sunda.

Apakah hal tersebut karena para mahasiswa ITB merasa tidak butuh berbahasa sunda sehingga tidak perlu belajar.  Entahlah,