Fokuslah Dalam Berusaha, Hilangkanlah Logika Hasil

Alkisah, ada seorang pemuda yang hendak melamar suatu pekerjaan tertentu. Sang pemuda tersebut mempersiapkan segala sesuatu nya dengan baik. Mempelajari materi test, mempersiapkan wawancara, dan hal-hal lain yang dibutuhkan dengan sangat baik.

Namun, ada 1 kekhawatiran pemuda tersebut. Yaitu pemuda tersebut tidak ingin bertemu atau menghadapi suatu “Hal Tertentu” karena menurut “LOGIKA” sang pemuda jika “hal tertentu” tersebut muncul, maka gagal lah rencana nya.

Qodarullah, “hal tertentu” yang tak terduga itu muncul. Sang pemuda gugup menghadapi peristiwa tersebut. Tapi dia mencoba untuk tenang. Dia pun berdoa dengan singkat.

” Ya ALLAH, sesungguhnya bertemuanya “Hal tertentu” ini merupakan kehendak-Mu. Berikanlah yang terbaik kepada hamba”.

Sungguh diluar dugaan, “hal tertentu” yang awalnya dijadikan negatif justru memberikan efek yang sangat positif. Justru karena perantara “hal tertentu” inilah sang pemuda diterima.

Pembelajaran yang bisa diambil adalah, kita harus maksimal dalam berusaha, tapi pasrah terhadap hasil. Jangan menggunakan logika untuk menentukan hasil

4 Jenis orang yang dirindukan Surga

Jumat Siang ini, Khotib menjelaskan tentang 4 jenis orang yang dirindukan oleh Surga. Betapa mulianya mereka, sangat dirindukan oleh Surga. Umumnya orang-orang yang merindukan surga, ini malah surga yang merindukan mereka.

Orang-orang yang dirindukan surga adalah:

  1. Orang yang senantiasa membaca Al Qur’an
  2. Orang yang senantiasa menjaga Lisan
  3. Orang yang memberi makan kepada orang yang Lapar
  4. Orang yang Berpuasa di Bulan Ramadhan

Semoga kita menjadi salah satu dari keempat orang-orang yang dirindukan Surga.

Aamiin.

Fatherless Country

Akhir zaman merupakan zaman yang penuh fitnah. Hal yang pada hakikatnya benar tetapi terlihat salah. Begitupun hal yang pada hakikatnya salah, tapit terlihat benar. Semoga Allah melindungi kita dari fitnah akhir zaman ini. Aamiin

Indonesia merupakan negara dengan budaya Patriaki, dimana ayah bertugas mencari nafkah dan ibu menjadi ibu rumah tangga dirumah. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang keliru. Karena fitrah laki-laki juga untuk melindungi orang-orang yang disayangi nya dan fitrah seorang wanita untuk menyayangi anak-anak nya.

Namun, sering kali hal ini mempersempit peran ayah. Ayah yang sejatinya memiliki peran untuk mengisi jiwa anak, direduksi perannya sebagai mesin ATM saja. Anak hanya datang ke ayah nya ketika membutuhkan uang. Hal ini disebabkan ayah tidak hadir dalam jiwa anak. Sehingga tidak heran kalau Indonesia disebut sebagai Fatherless Country. Apa itu Fatherless Country?

Fatherless berasal dari kata “Father” dan “Less”.  Yang artinya Kekurangan Ayah. Hal ini bisa disebabkan sosok ayah nya yang sudah meninggal, sosok ayah yang keberadaanya jauh dari rumah (Long Distance), atau bahkan karena sosok ayah yang hadir raga nya, tapi tidak mampu untuk hadir mengisi jiwa anak. Dengan kata lain, anak menjadi Yatim sebelum waktu nya.

Lantas, apakah Efek dari fatherless country?

Fatherless country memiliki efek negatif, baik untuk anak pria ataupun wanita. Seorang anak yang ayahnya tidak hadir dalam jiwanya, memiliki kecenderungan untuk menjadi pecandu narkoba, anggota geng motor, memiliki kepercayaan diri yang rendah, dan mudah stress.

Seorang laki-laki harus bisa mengambil keputusannya sendiri dan bertanggung jawab atas keputusan yang sudah diambil nya. Seorang anak laki-laki yang tidak memiliki ayah di jiwanya, akan dan cenderung tidak bisa mengambil keputusan dan menjadi anak kecil yang harus dituntun walaupun sudah dewasa.

Seorang anak perempuan cenderung sulit untuk jatuh cinta dan atau terlalu mudah untuk jatuh cinta. (menyerahkan diri nya kepada laki-laki yang memberikan sedikit perhatian dari nya) karena dia kurang memiliki sosok ayah dalam diri nya.

Semoga Allah senantiasa memberi petunjuk kepada para ayah agar hadir dalam jiwa anak nya. Aamiin.

Polres Subang

Stigma yang beredar di masyarakat saat ini adalah Polres adalah Lembaga yang Korup. Apakah benar? Sepertinya Iya benar.

Pertanyaan selanjutnya, apakah semua Polres seperti demikian? Sepertinya tidak. Ada 1 Polres yang “Sepengalaman saya” tidak memungut PUNGLI. yaitu POLRES SUBANG.

Pagi tadi, saya meminta keperluan untuk pembuatan SKBN (Surat Keterangan Bebas Narkoba). Surat itu dikeluarkan oleh Polres setempat untuk kepentingan tertentu. (Bisa untuk lanjut sekolah, untuk daftar kerja, atau melamar beasiswa). Singkat cerita, pelayanan nya cepat. Saya tidak ada niat untuk memberikan suap. Saya hanya ingin memberikan bonus saja karena kerja nya cepat dan bagus.

Tapi Polwan tersebut menolak nya. Aku pun memberikan ke anak kecil (yang duduk disebelahnya, mungkin anak nya), tapi si anak kecil pun menolak.

Subhanallah, di zaman sekarang masih ada lembaga yang bersih. (Mungkin orang yang bersih). Entahlah apa sebab nya. Entah karena diawasi atau di audit atasan ataupun karena tidak mau menerima uang yang bukan hak nya.

Apapun alasannya, saya tidak mau suudzon, tapi saya harus apresiasi kinerja POLRES Kabupaten Subang yang kerja nya sangat baik. (Dibanding POLRES Lain nya – Sepengalaman saya). Dulu pun istri saya mengurus BPKB mobil di POLRES Subang lumayan cepat dan TANPA DIPUNGUT BAYARAN.

Semoga POLRES-POLRES lain bisa mengikuti keteladanan POLRES Subang. aamiin.

Korelasi Bakat Manusia terhadap Efektifitas

Dewasa ini, banyak orang-orang yang berpendapat bahwa bakat tidak lah penting, yang penting kerja keras pasti bisa. Apakah hal ini benar? Yupz, tentu saja benar. Selama manusia berkenan berusaha, pasti bisa melakukan apapun. Lalu, apakah bakat manusia tidak berguna? Inilah yang akan saya bahas disini.

Lalu, apa hubungan nya bakat dengan Produktivitas?

Kita memiliki beragam contoh. Sebut saja Lionel Messi. Semua orang setuju bahwa Lionel Messi merupakan pesepakbola yang berbakat. Tanpa kerja keras pun Messi sudah berbakat.Coba bayangkan, Lionel Messi mungkin hanya butuh 3 bulan untuk berlatih sepak bola dan menjadi pesebakbola professional.

Coba bayangkan jika Albert Einsten ingin bermain Sepak Bola. Bisakah? Tentu saja bisa, mengapa tidak? Atau sebaliknya, Bayangkan Lionel Messi ingin menjadi seorang ahli Fisika. Apakah bisa? Tentu saja bisa. Mengapa tidak bisa? Namun, albert einsten mgkin harus berlatih selama 15 tahun hanya untuk bisa menjadi pesepakbola professional? atau Messi yang mungkin harus menghabiskan 30 tahun hanya untuk memahami hukum Newton.

Pertanyaannya, buat apa? Hidup tidak serta merta tentang Passion dan Minat. Ada hal yang disebut dengan Bakat dan Manfaat. Menurut saya, hal yang paling efektif untuk memulai karir adalah kenali Bakat anda. Kemudian berkarirlah disana.

Ketika kita berkarir di bidang yang kita ahli didalamnya, efektivitas akan meningkat. Kita pun bisa memberi banyak manfaat ketika kita bekerja sesuai bakat kita.

Namun jangan terlalu dini menyimpulkan bakat kita di Area A, di area B, karena bakat kadang harus diidentifikasi dan dikenali dengan hati yang jernih dan pikiran yang lapang. Semoga Allah memudahkan kita mengenali bakat dan menjadikan diri kita makhluk yang banyak memberi manfaat.

Aamiin